ID Realita – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transformasi MBG 2.0. Langkah tersebut mencakup penguatan pengawasan dapur, verifikasi data penerima manfaat, digitalisasi sistem kerja, hingga penertiban penggunaan anggaran negara.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, transformasi tersebut dilakukan untuk memastikan program MBG tidak hanya berkembang dari sisi jumlah penerima manfaat, tetapi juga memiliki tata kelola yang lebih baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam evaluasi 100 hari kerja kepemimpinannya, BGN mencatat sekitar Rp44 triliun berhasil diefisienkan dan dikembalikan ke kas negara. Dana tersebut berasal dari sejumlah pos, termasuk anggaran BGN, insentif yayasan, dana operasional dapur, serta saldo virtual account yang dinilai fiktif.
“Uang rakyat yang tidak tepat sasaran harus kita selamatkan. Dapur yang tidak melaporkan penggunaan dana harian akan dihentikan pencairan dananya,” kata Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar.
Menurut Sudaryono, pembenahan diperlukan karena besarnya skala program MBG belum sepenuhnya diimbangi kapasitas pengawasan yang memadai.
Saat program mulai berjalan pada Januari 2025, BGN hanya memiliki sekitar 700 tenaga kerja untuk mengendalikan sekitar 27 ribu dapur. Kondisi tersebut diperberat keterbatasan infrastruktur pengawasan dan minimnya kolaborasi dengan kementerian serta lembaga lain.
“BGN kira-kira manpower-nya sekitar 700 orang langsung mengendalikan dapur kira-kira 27 ribu dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim dan juga pelibatan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain yang sangat minim,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN memperkuat sistem digitalisasi dan verifikasi agar seluruh proses pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih transparan. Data penerima manfaat dan operasional dapur menjadi perhatian utama guna mencegah ketidaktepatan sasaran.
“Data harus terverifikasi dan yang fiktif harus dicoret. Alur kerja juga harus bisa dimonitor melalui sistem digital,” kata Sudaryono.
Selain pengawasan administrasi dan keuangan, BGN juga memperketat standar keamanan pangan. Evaluasi terhadap operasional dapur dilakukan untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
Lebih dari 2.000 dapur disebut telah ditutup karena tidak memenuhi persyaratan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk melindungi penerima manfaat dari risiko makanan yang tidak aman dikonsumsi.
“Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak pun masih terlalu banyak,” tegasnya.
MBG Jangkau 58 Juta Penerima Manfaat
Di tengah pembenahan tata kelola, program MBG terus berkembang. Hingga akhir Oktober 2026, lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi.
Dari total 27.485 dapur yang tercatat, sebanyak 26.723 dapur telah menjalani verifikasi. Program ini juga melibatkan sekitar 1,03 juta tenaga kerja dan lebih dari 80 ribu pemasok lokal, yang mayoritas berasal dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keterlibatan pemasok lokal menjadikan MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Petani, peternak, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja dapur menjadi bagian dari rantai pasok yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Karena itu, penguatan pengawasan dan koordinasi menjadi penting agar pertumbuhan jumlah penerima manfaat berjalan seiring dengan kesiapan pasokan pangan, kualitas dapur, serta ketertiban pengelolaan anggaran.
Sudaryono menegaskan, transformasi MBG 2.0 menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan program.
“Bukan sekadar melanjutkan program, transformasi MBG 2.0 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan memperkuat pelaksanaan MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan keamanan pangan yang diterima masyarakat.
“MBG ini program besar, tidak hanya besar tapi harus benar. Itu targetnya,” pungkasnya.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .






