ID Realita – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Menurutnya, ajang yang telah digelar lebih dari dua dekade itu bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Jember, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Saat menghadiri puncak JFC 2026 di Alun-Alun Jember, Minggu (26/7/2026), Widiyanti mengatakan JFC telah menjelma menjadi salah satu karnaval fesyen terbesar di Indonesia yang dikenal hingga mancanegara. Bahkan, pada penyelenggaraan tahun lalu, event ini mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.

“Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” kata Widiyanti.

Ia menilai keberhasilan JFC tidak lepas dari konsistensi penyelenggara dalam menjaga kualitas acara. Selama enam tahun berturut-turut sejak 2021, JFC masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan tahun ini kembali terpilih sebagai salah satu Top 10 Karisma Event Nusantara 2026.

“Atas nama Kementerian Pariwisata, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang selama lebih dari dua dekade menjaga semangat dan kualitas penyelenggaraan JFC,” ujarnya.

JFC 2026 berlangsung pada 24–26 Juli dengan mengangkat tema “HEAL: Humanity, Earth and Life”. Tema tersebut diwujudkan melalui parade kostum dan pertunjukan teatrikal yang mengusung pesan tentang kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Selain menyuguhkan atraksi yang memikat wisatawan, JFC juga memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat. Data penyelenggaraan tahun 2025 mencatat sebanyak 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara hadir dalam acara tersebut. JFC juga melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan total perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.

Widiyanti mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa sebuah event berkualitas tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pariwisata tidak hanya tentang menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak manfaat ekonomi, serta lebih banyak ruang bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat untuk tumbuh bersama,” katanya.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut JFC telah menjadi ikon daerah yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember.

“JFC adalah produk daerah yang kini telah menjadi kebanggaan nasional bahkan dikenal di tingkat internasional. JFC memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Fawait.

Sementara itu, Presiden Jember Fashion Carnaval Budi Setiawan mengatakan JFC kini telah berkembang menjadi wadah kreativitas bagi generasi muda. Menurutnya, hampir seluruh proses kreatif penyelenggaraan tahun ini dikerjakan oleh anak-anak muda.

“Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga,” kata Budi.

Ia berharap JFC terus berkembang sebagai karnaval fesyen berkelas dunia sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berbasis seni dan ekonomi kreatif.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .