ID Realita – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat tata kelola dan pemanfaatan data sebagai landasan pengambilan keputusan dalam pembangunan Nusantara. Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Jumat Belajar bertema Manajemen dan Pemanfaatan Data di Kantor Otorita IKN, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Sistem Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Joko Parmiyanto. Forum ini menjadi sarana peningkatan pemahaman pegawai mengenai pentingnya pengelolaan data yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perumusan kebijakan.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, mengatakan terdapat tiga aspek utama yang perlu diperkuat dalam pengelolaan data di lingkungan Otorita IKN.

Pertama, membangun data yang berkualitas dan tepercaya dengan melibatkan pembina data sejak tahap awal produksi. Kedua, memperkuat integritas dan interoperabilitas melalui penerapan standar data yang seragam. Ketiga, meningkatkan pemanfaatan data melalui empat tingkatan analisis, yakni deskriptif, diagnostik, prediktif, dan preskriptif.

“Ke depan, ada tiga hal yang perlu kita dorong. Pertama, membangun data yang berkualitas dan dapat dipercaya. Dalam pengadaan dan penyelenggaraan data, kita perlu melibatkan pembina data sesuai dengan kewenangannya,” ujar Agung.

Ia mencontohkan, pengelolaan data statistik perlu melibatkan BPS sebagai pembina data statistik, sedangkan data geospasial mengacu pada pembinaan Badan Informasi Geospasial (BIG). Sementara itu, pengelolaan data keuangan harus mengikuti standar dan ketentuan Kementerian Keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Parmiyanto menegaskan bahwa data kini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, sebagaimana jalan, listrik, dan jaringan internet.

“Data adalah infrastruktur. Kecerdasan buatan pun tidak akan bekerja dengan baik tanpa data yang rapi dan terstandar. Karena itu, kami mengajak Otorita IKN untuk bergotong royong dalam pengelolaan data. Jika satu instansi sudah memiliki data tertentu, instansi lain dapat memanfaatkannya tanpa harus mengumpulkan kembali data yang sama,” jelas Joko.

Selain kualitas dan integrasi data, Joko juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan serta kedaulatan data dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, data milik instansi pemerintah harus dikelola secara hati-hati dan tidak boleh dialirkan sembarangan kepada penyedia layanan AI, terutama jika menyangkut informasi strategis dan sensitif.

Penguatan tata kelola data tersebut sejalan dengan transformasi menuju pemerintahan digital atau digital government. Transformasi ini tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga sistem pengelolaan data yang kuat, transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan Jumat Belajar, Otorita IKN berharap kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola data di lingkungan instansi tersebut semakin meningkat. Dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan Nusantara diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .