ID Realita – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang menemukan sejumlah catatan terkait penerapan higiene dan sanitasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah melakukan investigasi atas dugaan kasus diare yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Investigasi dilakukan sehari setelah laporan diterima dengan menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3. Pemeriksaan lapangan difokuskan pada penerapan higiene sanitasi, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta pengambilan sampel makanan dan air untuk pengujian laboratorium.
Sub Koordinator Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Al Furqon, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan oleh pihak penyelenggara.
“Hasil yang kami dapat, hal yang perlu ditingkatkan oleh pihak SPPG adalah kedisiplinan para penjamah pangan dalam menerapkan higiene sanitasi,” ujar Al Furqon.
Menurutnya, kedisiplinan tersebut mencakup kebiasaan mencuci tangan sebelum bekerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti masker, sarung tangan, celemek (apron), serta penutup kepala selama proses pengolahan makanan.
“Penerapan higiene dan sanitasi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas makanan agar tetap aman dan layak dikonsumsi oleh para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Selain aspek higiene, Dinkes juga mencatat perlunya peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur pada setiap tahapan pengolahan makanan.
“Kelengahan atau tidak dipatuhinya SOP tentu akan berakibat pada tidak terpenuhinya persyaratan keamanan pangan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari investigasi, tim Dinkes mengambil sampel makanan dan air untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan masih belum selesai sehingga penyebab dugaan kasus diare belum dapat dipastikan.
“Hasil investigasi terkait sampel ini belum bisa kami berikan karena masih diperiksa di laboratorium,” ungkapnya.
Al Furqon menambahkan, hasil pemeriksaan lapangan beserta rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Rembang sebagai bahan tindak lanjut.
“Kami sudah memberikan rekomendasi hasil pemeriksaan kepada BGN melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Rembang. Selanjutnya BGN memiliki standar dan mekanisme sendiri untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut,” ujarnya.
Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi perhatian seluruh penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis agar penerapan higiene, sanitasi, dan keamanan pangan terus ditingkatkan.
“Harapan kami, seluruh penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis terus meningkatkan penerapan higiene, sanitasi, dan keamanan pangan agar makanan yang disajikan kepada peserta didik benar-benar memenuhi standar mutu, aman dikonsumsi, serta mampu mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi bagi anak-anak di Kabupaten Rembang,” pungkas Al Furqon.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .



