ID Realita – Pemerintah Kota Salatiga resmi memulai uji coba sistem e-Parkir berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan parkir sekaligus mewujudkan pengelolaan retribusi parkir yang lebih transparan dan akuntabel. Uji coba tersebut ditandai dengan pemasangan stiker barcode QRIS di kawasan parkir Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penerapan e-Parkir menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang dikembangkan Pemerintah Kota Salatiga. Pada tahap awal, sistem pembayaran parkir nontunai itu diterapkan di dua lokasi, yakni Jalan Monginsidi dan Jalan Sukowati, sebelum nantinya diperluas ke titik parkir lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto, mengatakan implementasi e-Parkir merupakan hasil kajian dan pembahasan bersama berbagai pihak selama kurang lebih tujuh bulan.

“Kurang lebih selama tujuh bulan kami membuat formulasi dan berdiskusi terkait bagaimana memberikan alternatif pembayaran dengan memanfaatkan teknologi berupa QRIS. Saat ini kami akan lakukan uji coba di dua titik, yakni Jalan Sukowati dan Jalan Monginsidi. Hasil trial ini akan kami kaji dan evaluasi, kemudian ke depan tentu akan kami kembangkan di beberapa titik lain di Kota Salatiga,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, digitalisasi pembayaran parkir diharapkan memberikan kemudahan kepada masyarakat saat bertransaksi sekaligus menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib, modern, dan akuntabel.

“Kami ingin menghadirkan alternatif pembayaran yang lebih praktis melalui QRIS. Selain memudahkan masyarakat, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi parkir dan mendukung pelayanan publik yang semakin baik,” katanya.

Program digitalisasi tersebut mendapat dukungan dari Bank Jateng sebagai mitra Pemerintah Kota Salatiga dalam pengembangan transaksi nontunai.

Wakil Kepala Divisi Bisnis Bank Jateng, Amitta Windari, menyatakan pihaknya siap mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

“Bank Jateng berkomitmen mendukung digitalisasi layanan publik di Kota Salatiga. Melalui implementasi QRIS, kami berharap masyarakat semakin mudah melakukan transaksi, sementara pemerintah daerah dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan layanan publik,” ujar Amitta.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menilai e-Parkir merupakan inovasi yang sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat digitalisasi pelayanan publik dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini merupakan inovasi yang bagus dan mendorong percepatan digitalisasi daerah guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat, artinya kinerja juru parkir juga harus ditingkatkan. Jangan hanya datang ketika kendaraan mau pergi,” tegas Robby.

Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi e-Parkir tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan juru parkir kepada masyarakat.

“Teknologi harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin baik. Juru parkir harus hadir memberikan pelayanan sejak pengguna datang hingga meninggalkan lokasi parkir. Setelah uji coba ini selesai, hasilnya akan kami evaluasi untuk menentukan pengembangan e-Parkir berbasis QRIS di lebih banyak titik parkir di Kota Salatiga,” pungkasnya.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .