ID Realita – Penimbunan Sumur Mbah Nogo di Dukuh Sempu, Desa Puluhan Tengah, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mulai mendapat perhatian warga. Sejumlah warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya aktivitas penimbunan di sekitar sumur yang selama ini dikenal masyarakat setempat.

Informasi mengenai aktivitas tersebut awalnya diketahui seorang warga Dukuh Sempu. Informasi itu kemudian disampaikan kepada warga lainnya hingga dibicarakan bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Salah seorang tokoh masyarakat, Purnomo, kemudian melakukan pertemuan bersama para tokoh sebelum mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

“Setelah melakukan pertemuan bersama para tokoh, saya kemudian datang langsung ke lokasi Sumur Mbah Nogo untuk melihat kondisi sebenarnya,” kata Purnomo, Jumat (21/08/2026).

Sesampainya di lokasi, Purnomo mengaku mendapati adanya aktivitas penimbunan di sekitar Sumur Mbah Nogo.

“Sesampainya di Sumur Mbah Nogo ternyata benar ada penimbunan. Saya langsung menghentikan aktivitas penimbunan Sumur Mbah Nogo,” ujarnya.

Menurut Purnomo, keberadaan Sumur Mbah Nogo memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Dukuh Sempu. Berdasarkan cerita yang diwariskan para sesepuh, sumur tersebut disebut telah ada sejak zaman nenek moyang, bahkan sebelum Dukuh Sempu berdiri.

“Kalau dari cerita orang-orang tua dulu, sumur ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Bahkan katanya sebelum Dukuh Sempu berdiri, sumur ini sudah ada,” ujarnya.

Sumur tersebut juga selama ini dikenal oleh sebagian warga sebagai tempat yang dikeramatkan. Cerita mengenai keberadaan Sumur Mbah Nogo disebut telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Perhatian warga kemudian tertuju pada tanah yang digunakan untuk proses penimbunan. Di sekitar lokasi terlihat adanya tumpukan tanah yang digunakan dalam aktivitas tersebut.

Warga mempertanyakan dari mana tanah tersebut berasal dan bagaimana status legalitasnya.

“Kami ingin tahu tanah yang digunakan untuk menimbun itu berasal dari mana dan legalitasnya bagaimana. Itu yang sekarang menjadi pertanyaan warga,” ujar Purnomo.

Warga Dukuh Sempu juga memasang banner di sekitar lokasi Sumur Mbah Nogo. Banner tersebut memuat lima alasan warga terkait keberadaan sumur tersebut.

Di antaranya disebutkan bahwa Sumur Mbah Nogo dikeramatkan oleh warga Dukuh Sempu dan telah ada sejak zaman nenek moyang. Banner itu juga memuat pernyataan mengenai legalitas kepemilikan tanah yang disebut belum diakui oleh warga Dukuh Sempu.

Selain itu, warga menyebut Sumur Mbah Nogo telah diakui oleh pemuda dan tokoh masyarakat sebagai ikon atau bagian penting bagi masyarakat Dukuh Sempu.

Pada poin lainnya, warga menyampaikan keberatan terhadap penimbunan sumur menggunakan tanah yang menurut warga tidak berizin Galian C.

Purnomo menegaskan, warga tidak ingin membuat tuduhan tanpa dasar. Menurutnya, persoalan mengenai asal-usul tanah dan legalitasnya perlu diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan.

“Kami tidak mau menuduh sembarangan. Kalau memang tanahnya legal, silakan dijelaskan. Tapi kalau memang ada persoalan soal izin, kami berharap pihak yang berwenang memeriksa,” katanya.

Persoalan tersebut juga diketahui sejumlah unsur masyarakat Dukuh Sempu. Dalam banner yang dipasang di lokasi tercantum nama Ketua RW 01 Sukijan, Ketua RT 01 Jarwi, BPD Sholihin, S.Pd.I, tokoh pemuda Kholis S. dan Umbar T., serta tokoh masyarakat Purnomo dan Damin.

Selain itu, tercantum pula nama sesepuh Jasnari dan Kiyai Karmain.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kemudian membahas langkah yang akan ditempuh untuk mendapatkan kejelasan mengenai penimbunan Sumur Mbah Nogo.

“Kalau nanti setelah diperiksa memang ditemukan pelanggaran, kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Yang kami inginkan sebenarnya sederhana, semuanya jelas dan masyarakat tidak dirugikan,” tegas Purnomo.

Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait memberikan penjelasan mengenai status Sumur Mbah Nogo, status tanah di sekitar lokasi, serta legalitas tanah yang digunakan untuk penimbunan.

“Kami berharap ada penjelasan yang terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai masalah ini menjadi polemik karena tidak ada kejelasan,” pungkasnya.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .