ID Realita – Proyek pembangunan jaringan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yang disebut menelan anggaran Rp195 juta, dipersoalkan sejumlah petani setelah pekerjaan dinyatakan rampung.

‎ Sejumlah petani bawang merah dan padi mempertanyakan hasil pengerjaan proyek tersebut. Mereka menilai konstruksi jaringan irigasi yang telah selesai dibangun dikerjakan asal jadi.

‎ “Irigasi yang sudah jadi hanya menggunakan batu satu/tempel, dan juga tidak digali,” terang salah seorang petani.

‎ Petani tersebut meminta pekerjaan itu diperiksa secara langsung. Ia bahkan mempersilakan apabila konstruksi yang telah selesai dibangun dibongkar untuk mengetahui kondisi pengerjaannya.

‎ “Kalau tidak percaya dengan apa yang saya katakan bisa dibongkar, dan kalau memang itu sesuai saya juga berani memperbaiki hasil bongkaran,” ucapnya.

‎ Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketahanan bangunan irigasi tersebut.

‎ “Proyek tersebut saya jamin tidak akan bertahan lama akan rusak, karena saya tahu persis saat pekerjaan itu dimulai,” tegasnya.

‎ Tidak hanya mempertanyakan konstruksi, petani juga mempersoalkan tanah yang digunakan sebagai material urugan. Menurut mereka, tanah tersebut diambil dari lahan sawah.

‎ “Petani juga merasa dirugikan, pasalnya tanah sawah dikeruk untuk menghurug juga,” tambahnya.

‎ Salah seorang petani kemudian menjelaskan bahwa tanah urugan yang diambil dari sawah miliknya digunakan dalam pengerjaan jaringan irigasi.

‎ “Tanah urug yang diambilkan dari sawah saya digunakan untuk menutupi batu satu pasang atau tempel,” kata petani.

‎ Keluhan mengenai proyek tersebut juga telah sampai kepada Kepala Desa Ngurensiti, Indra Prasta Radika. Saat dikonfirmasi, Indra membenarkan bahwa dirinya menerima komplain dari para petani.

‎ “Iya Mas, saya juga dikomplain sama petani,” ungkapnya.

‎ Terkait keluhan tersebut, Kepala Desa Ngurensiti menyampaikan akan menghubungi pihak pelaksana.

‎ “Nanti saya tak menghubungi pelaksana, lho, Ateng,” kata kades.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .