ID Realita – Sekolah dasar di Kabupaten Rembang masih kekurangan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Hingga 1 Juli 2026, kebutuhan guru PJOK yang belum terpenuhi mencapai 86 orang.

“Hingga 1 Juli 2026, masih terdapat kebutuhan 86 guru PJOK di sekolah dasar yang belum terpenuhi,” kata Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Ahmad Sholchan, Rabu (20/08/2026).

Kekurangan guru membuat sejumlah sekolah harus menyesuaikan pembagian tugas agar pelajaran olahraga tetap berjalan. Guru kelas pun ikut mengampu PJOK ketika sekolah belum memiliki guru khusus. “Ketika kekurangan guru, guru kelas akhirnya harus merangkap mengajar PJOK,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, guru PJOK mempunyai kompetensi khusus yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Karena itu, keberadaan guru sesuai bidangnya tetap diperlukan di sekolah dasar. “Guru PJOK memiliki kompetensi dan dasar keilmuan yang secara khusus berkaitan dengan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan,” katanya.

Rangkap tugas juga membuat guru kelas harus membagi perhatian antara mengajar di kelas dan mengampu PJOK. Padahal, masing-masing guru sudah memiliki tanggung jawab pembelajaran yang harus dijalankan. “Sementara ketika guru kelas turut mengampu pembelajaran PJOK, beban tugasnya bertambah karena tetap memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran di kelas masing-masing,” jelas Ahmad.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena PJOK bukan sekadar kegiatan olahraga. Pelajaran ini juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan motorik, kebugaran, dan kesehatan siswa. “Pemenuhan guru sesuai kompetensi menjadi penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.

Kepala sekolah Nur Rohmah juga menilai keberadaan guru PJOK penting bagi perkembangan siswa. Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan fisiknya. “Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik,” tuturnya.

Aktivitas fisik, kata Nur Rohmah, menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak. Karena itu, sekolah membutuhkan guru yang mampu memberikan pembelajaran olahraga sesuai kebutuhan siswa. “Kemampuan motorik dan aktivitas fisik juga perlu dikembangkan,” katanya.

Nur berharap kebutuhan guru PJOK dan guru mata pelajaran lainnya bisa dipenuhi secara bertahap. Dengan begitu, sekolah memiliki tenaga pendidik sesuai bidangnya dan guru kelas tidak terus dibebani tugas tambahan. “Karena itu, keberadaan guru olahraga sangat penting di sekolah,” ujarnya.

Data kebutuhan guru tersebut sudah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang. Selanjutnya, kebutuhan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam pengusulan pemenuhan tenaga pendidik kepada pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemenuhan guru tetap harus menunggu proses pengusulan dan formasi yang tersedia. Karena itu, 86 kebutuhan guru PJOK tersebut belum berarti seluruhnya akan langsung terisi.

Sekolah berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat jalan keluar. Ketersediaan guru sesuai bidangnya dinilai penting agar pembelajaran berjalan lebih baik dan guru kelas tidak terus-menerus harus merangkap tugas. “Kami berharap kebutuhan guru PJOK maupun guru mata pelajaran lainnya dapat secara bertahap terpenuhi,” pungkas Nur Rohmah.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .