ID Realita – Rumah milik Mbah Masripah (85), warga Desa Ngasem Candi, RT 05/RW 01, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, ludes terbakar, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 13.15 WIB. Kebakaran tersebut juga menghanguskan uang tunai sekitar Rp7 juta dan sejumlah perhiasan milik korban.

Mbah Masripah yang tinggal seorang diri berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan seluruh rumah. Saat kebakaran terjadi, perempuan lanjut usia itu baru saja selesai melaksanakan salat Zuhur dan sedang beristirahat di dalam rumah.

Kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar suara seperti benda terbakar dari bagian belakang rumah. Ketika dilihat, api sudah membesar dan mulai merambat ke bagian atas bangunan.

Turman, warga yang biasa dipanggil Gustur, menjadi salah satu orang yang pertama melihat kepulan asap dari arah rumah Mbah Masripah. Saat itu ia sedang berada di rumah ibunya.

“Saya melihat kepulan asap besar, makin lama makin besar. Saya langsung bergegas melihat arah asap tersebut,” tutur Gustur.

Gustur kemudian bergegas menuju lokasi. Kekhawatiran utamanya adalah memastikan Mbah Masripah tidak masih berada di dalam rumah yang terbakar.

“Saya langsung lari ke TKP. Yang saya cari Mbah Masripah, khawatir masih di dalam rumah karena beliau sudah tua dan tidak terlalu kuat untuk berlari,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, Gustur mengetahui Mbah Masripah sudah berhasil keluar dari rumah. Ia menemukan korban sedang duduk di bawah pohon.

Gustur kemudian membopong Mbah Masripah menjauh dari lokasi kebakaran menuju rumah tetangga.

Setelah korban berada di tempat aman, Gustur meminta pertolongan warga. Teriakan meminta bantuan membuat warga sekitar berdatangan dan ikut berusaha memadamkan api.

“Setelah itu saya mengundang tetangga, minta tolong sambil teriak-teriak. Akhirnya warga berdatangan membantu memadamkan api,” katanya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi. Petugas Damkar bersama warga melakukan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Namun, rumah kayu berukuran sekitar 5×7 meter tersebut sudah ludes terbakar.

Paidi, pihak keluarga Mbah Masripah, mengatakan uang tunai sekitar Rp7 juta dan sejumlah perhiasan ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

“Mbah Masripah punya uang Rp7 juta dan beberapa perhiasan yang ikut terbakar,” kata Paidi.

Tokoh masyarakat Desa Ngasem, Harnoto, mengatakan kejadian tersebut perlu menjadi perhatian warga, terutama dalam kondisi musim kemarau.

“Peristiwa itu harus menjadi perhatian serius di saat musim kemarau panjang untuk menjaga anak-anak dan manula agar terhindar dari bencana kebakaran yang setiap saat bisa saja terjadi,” ujar Harnoto.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .