ID Realita – Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan Sekolah Rakyat akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli 2026. Program pendidikan gratis berkonsep asrama yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu masih membuka kesempatan bagi calon peserta didik, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD).

‎Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan sehingga sekolah yang berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, siap menerima siswa baru.

‎”Sekolah Rakyat mulai masuk 13 Juli dengan Kurikulum 2026,” kata Witiarso.

‎Kuota Setiap Jenjang Capai 90 Siswa

‎Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat membuka penerimaan peserta didik untuk tiga jenjang pendidikan, yakni kelas 1 SD, kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA.

‎Masing-masing jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa setiap rombel. Dengan demikian, setiap jenjang menampung 90 siswa, sehingga total kuota mencapai 270 peserta didik.

‎”SD tiga rombel, SMP tiga rombel, SMA tiga rombel. Satu rombel 30 siswa, jadi setiap angkatan ada 90 siswa,” jelasnya.

‎Kuota SD Masih Kurang 24 Siswa

‎Meski proses penerimaan berjalan, kuota untuk jenjang SD hingga pekan lalu belum terpenuhi.

‎Dari target 90 siswa, baru 66 anak yang telah terdaftar. Artinya, masih tersedia 24 kursi bagi calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.

‎Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 sesuai data pemerintah sebagai kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

‎Pemkab Jepara Jemput Bola

‎Untuk memenuhi kekurangan peserta didik tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui petugas Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinsospermades Kabupaten Jepara terus melakukan pendataan dan penjangkauan langsung kepada keluarga yang memenuhi kriteria.

‎Namun demikian, masyarakat yang merasa memenuhi syarat tetapi belum masuk dalam pendataan tetap dipersilakan mendaftarkan anaknya.

‎”Yang memenuhi syarat silakan mendaftarkan anaknya, bisa melalui petugas PKH di desa atau ke Dinsospermades Jepara. Sekolah ini gratis, fasilitasnya juga bagus dan lengkap,” ujar Witiarso.

MPLS Dimulai 14 Juli

‎Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara, Asri Linda Listyaningrum, mengatakan berdasarkan jadwal yang telah disusun, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung mulai 14 hingga 31 Juli 2026.

‎Selama MPLS, siswa dari jenjang SD, SMP, maupun SMA akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah serta pembinaan karakter.

‎”Rencananya MPLS di Sekolah Rakyat Pakisaji. Kita masih menunggu informasi dari sana. Kalau 75 siswa Sekolah Rakyat di BLK Pecangaan saat ini masih libur sekolah sehingga tempatnya masih kosong,” katanya.

‎Pendaftaran Masih Dibuka

‎Linda berharap kuota siswa SD segera terpenuhi agar proses pembelajaran dapat berlangsung optimal sejak hari pertama.

‎Ia juga menegaskan masyarakat dapat langsung datang ke Sekolah Rakyat untuk mendaftarkan anaknya. Namun, seluruh calon peserta tetap akan menjalani proses verifikasi bersama PKH maupun Dinsospermades Jepara.

‎ “Kalau ada yang daftar langsung ke Sekolah Rakyat juga bisa, tetapi tetap kita gandeng PKH atau Dinsos Jepara karena harus melalui verifikasi data,” tandasnya.

‎Program Sekolah Rakyat di Jepara diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan gratis dengan fasilitas asrama yang lengkap.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .