ID Realita – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar Pasar Tani Masyarakat Rembang (Pasti Marem) di halaman kantor setempat, Jumat (24/7), dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pada kegiatan tersebut, Dintanpan membagikan 300 voucher tebus murah yang dapat digunakan masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok di seluruh stan yang tersedia.
Beragam komoditas pertanian dan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Produk yang ditawarkan meliputi beras, telur, sayuran, buah-buahan, hingga hasil olahan pangan lokal yang dipasok langsung dari petani dan produsen di Kabupaten Rembang.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan Pasar Tani Pasti Marem tahun ini dikemas bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 dan Hari Anak Nasional.
“Pasar Tani hari ini kami gelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 sekaligus Hari Anak Nasional. Kami menghadirkan harga-harga yang relatif terjangkau, ada subsidi dan voucher untuk masyarakat. Bersamaan dengan itu juga ada lomba puisi antar-SD bertema Hari Jadi Rembang,” ujar Agus.
Menurut Agus, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sektor pertanian sejak dini sekaligus memperkenalkan peran Dintanpan kepada generasi muda.
“Tujuan kami agar anak-anak mengenal Dinas Pertanian, mengenal kegiatan pasar tani, sehingga ke depan mungkin akan lahir penerus-penerus kami yang tertarik di bidang pertanian,” katanya.
Terkait pembagian voucher, Agus menjelaskan seluruh voucher dapat digunakan di semua lapak yang mengikuti Pasar Tani.
“Kami menyiapkan 300 voucher dan berlaku untuk semua lapak. Harapannya seluruh lapak ikut laris, tidak hanya produk-produk tertentu yang mendapat subsidi dari Bulog maupun dari kami,” jelasnya.
Mengenai kondisi harga pangan, Agus menilai situasi di Kabupaten Rembang masih relatif stabil.
“Kalau bahan pokok secara umum tidak ada kenaikan yang terlalu signifikan. Telur yang kemarin sempat turun sekarang mulai stabil naik di angka yang wajar,” ungkapnya.
Ia juga memastikan masyarakat yang tidak memperoleh voucher tetap bisa menikmati harga lebih murah dibandingkan pasar umum.
“Kami siapkan barang di harga awal atau harga produsen. Jadi dibandingkan harga di pasar umum sedikit lebih murah, selisihnya sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000 per produk,” terangnya.
Agus mengatakan, komoditas yang dipasarkan pada Pasar Tani Pasti Marem sebagian besar berasal langsung dari petani binaan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), peternak lokal untuk komoditas telur, serta Perum Bulog untuk komoditas beras.
“Produk yang kami jual sebagian besar berasal dari petani binaan melalui BPP, peternak lokal untuk komoditas telur, serta Bulog untuk komoditas beras. Dengan pola seperti ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sementara petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal memperoleh akses pemasaran yang lebih luas,” pungkas Agus.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
