ID Realita – Rizal Bawazier Pemalang menjadi sorotan dalam Pentas Budaya Santunan Anak Yatim yang berlangsung di Padepokan Sanggar Seni HW, Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Sabtu (4/7/2026) malam. Puluhan anak yatim menerima santunan sambil menikmati pertunjukan seni yang memadukan kepedulian sosial dengan pelestarian budaya lokal.
Sejak pukul 19.00 WIB, masyarakat dari berbagai dukuh mulai memadati lokasi acara. Mereka datang tidak hanya untuk menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim. Sementara itu, panitia menghadirkan beragam kesenian khas daerah, mulai dari tari tradisional, tabuhan rebana, hingga lantunan selawat yang menghidupkan suasana malam Muharram.
Rizal Bawazier Pemalang Ajak Peduli Anak Yatim
Warga langsung menyambut hangat kedatangan Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier. Alih-alih duduk di kursi tamu, ia memilih membaur bersama masyarakat.
Ia menyapa satu per satu anak yatim, mengajak mereka berbincang, memberikan motivasi, lalu menyerahkan santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, alat tulis, serta sepatu.
Menurut Rizal, masyarakat mengenal bulan Muharram sebagai Lebaran Anak Yatim sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Menyantuni anak yatim bukan hanya soal kepedulian. Ini amanah agama. Memuliakan mereka berarti memuliakan masa depan bangsa,” ujarnya usai acara.
Selain itu, Rizal Bawazier Pemalang menilai pentas budaya Suronan membuat kegiatan tersebut semakin bermakna. Panitia menyerahkan santunan bersamaan dengan pertunjukan seni sehingga masyarakat dapat berbagi rezeki sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.
“Anak-anak membutuhkan perhatian, teladan, sekaligus ruang untuk bermimpi. Karena itu, semoga kebahagiaan malam ini menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” katanya.
Pentas Budaya Perkuat Nilai Gotong Royong
Sementara itu, budayawan Pemalang, Nur Hersom, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan antara pentas budaya dan kegiatan sosial mampu menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda. Selain itu, masyarakat juga semakin terdorong untuk mencintai budaya daerah.
Nur Hersom mengapresiasi dukungan Rizal Bawazier serta kekompakan warga Kendalsari yang bergotong royong sejak persiapan hingga acara berakhir. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci agar tradisi tetap hidup dan terus berkembang.
“Kalau masyarakat terus merawatnya bersama, tradisi seperti ini akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan desa,” tuturnya.
Muharram Jadi Momentum Berbagi dan Melestarikan Tradisi
Menjelang akhir acara, tokoh agama setempat memimpin doa bersama. Seluruh peserta larut dalam suasana khidmat sambil memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.
Setelah doa berakhir, puluhan anak yatim pulang dengan wajah ceria sambil membawa santunan dan perlengkapan sekolah. Senyum mereka menjadi penutup yang menghangatkan malam itu.
Melalui kegiatan tersebut, Rizal Bawazier Pemalang berharap semangat berbagi pada bulan Muharram terus tumbuh di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga budaya lokal, memperkuat gotong royong, dan mempererat kebersamaan melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi sesama, membawa santunan dan perlengkapan sekolah. Senyum mereka menjadi penutup yang menghangatkan malam itu.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kendalsari kembali menunjukkan bahwa semangat berbagi pada bulan Muharram dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga budaya lokal, memperkuat gotong royong, dan mempererat kebersamaan.pulang dengan wajah ceria sambil membawa santunan dan perlengkapan sekolah.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
