ID Realita – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera menindak dan menutup outlet minuman keras (miras) yang mengatasnamakan HWG (Holywings Group) dan sejenisnya di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Menurut politikus Fraksi PKS itu, keberadaan outlet tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai wilayah Pantura, khususnya Dapil X Jawa Tengah, harus terbebas dari peredaran minuman beralkohol yang dijual secara terbuka.
“Wilayah Pekalongan, Pemalang, dan Batang harus benar-benar bersih dari outlet miras seperti HWG ini. Aktivitasnya harus segera dihentikan,” kata Rizal, Senin (20/7).
Dugaan Tidak Sesuai Perizinan
Rizal mengatakan, pihaknya telah menelusuri legalitas usaha outlet tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, outlet itu merupakan unit usaha PT Semarang Ciamik Soro yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 56101, yakni kategori restoran atau rumah makan.
Namun, menurutnya, aktivitas yang berlangsung di lapangan justru didominasi penjualan minuman beralkohol.
“Kalau melihat izinnya, itu restoran. Tetapi yang terlihat di lapangan justru menjual minuman beralkohol secara bebas. Ini yang perlu diperiksa oleh pemerintah dan aparat terkait,” ujarnya.
Beroperasi di Sejumlah Titik
Rizal menyebut outlet tersebut sudah beroperasi di beberapa lokasi strategis di wilayah Pantura.
Di Kabupaten Pemalang, outlet berada di Jalan Raya Pantura Sewuni, Kecamatan Ampelgading, dan Jalan Taman 2, Kecamatan Taman. Sementara di Kota Pekalongan, outlet serupa berada di kawasan Komplek Dupan Kalibaros.
Ia menilai keberadaan outlet tersebut menjadi perhatian serius karena akses masyarakat untuk membeli minuman beralkohol kini semakin mudah.
Penjualan Lewat Media Sosial
Selain melayani pembelian langsung di toko, Rizal mengatakan produk minuman beralkohol juga dipasarkan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, bahkan dapat dipesan melalui layanan pengantaran daring.
Menurutnya, kondisi itu membuat masyarakat semakin khawatir, terutama terhadap dampaknya bagi kalangan remaja.
“Sekarang membeli miras semudah memesan makanan secara online. Ini yang menjadi keresahan masyarakat di daerah pemilihan saya,” katanya.
Minta Aparat Bertindak
Rizal berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap legalitas operasional outlet tersebut. Ia juga meminta dilakukan penelusuran terhadap jalur distribusi minuman beralkohol apabila ditemukan dugaan pelanggaran.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dicegah sejak dini.
“Kalau memang ditemukan pelanggaran, saya berharap pemerintah dan aparat bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan lingkungan tetap kondusif,” pungkasnya.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
