ID Realita – Kabar baik datang bagi masyarakat Pantura Jawa Tengah. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mengajukan usulan kepada Perum Perumnas agar memperluas pembangunan perumahan di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
Rizal menyampaikan usulan itu saat memimpin sesi tanya jawab dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direksi Perumnas di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Program 3 Juta Rumah Jadi Momentum
Komisi VI mengevaluasi kinerja Perumnas sepanjang tahun buku 2025 sekaligus membahas strategi bisnis dan rencana kerja perusahaan untuk 2026. Pembahasan tersebut mencakup realisasi pembangunan rumah, penyerapan anggaran, serta dukungan Perumnas terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah.
Rizal menilai program tiga juta rumah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat di daerah. Menurutnya, kawasan Pantura Jawa Tengah membutuhkan lebih banyak hunian layak dengan harga terjangkau.
“Bagi kami di Dapil Jawa Tengah X, program tiga juta rumah bukan sekadar angka. Ini peluang nyata untuk mengurangi backlog perumahan di Pantura. Karena itu Perumnas harus hadir lebih masif di Pemalang, Batang, dan Pekalongan,” ujar Rizal.
Perumnas Diminta Bangun dari Hulu hingga Hilir
Rizal menjelaskan kawasan Pantura terus mengalami pertumbuhan penduduk seiring berkembangnya sektor industri, perikanan, perdagangan, dan UMKM. Namun, jumlah rumah terjangkau belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong banyak warga membeli rumah dari pengembang swasta dengan harga lebih tinggi atau tinggal di kawasan permukiman yang semakin padat.
Rizal juga meminta Perumnas mengambil peran sebagai penyedia lahan sekaligus pengembang utama. Menurutnya, langkah itu akan menjaga kualitas bangunan sejak tahap perencanaan hingga serah terima rumah. Skema tersebut juga memberi kepastian hukum terhadap status tanah dan sertifikat kepemilikan.
“Kalau Perumnas yang membangun dari hulu ke hilir, masyarakat tentu akan lebih tenang. Tidak ada kekhawatiran soal kualitas bangunan, tidak ada waswas soal status tanah dan sertifikat. Semua proses dari pembangunan hingga kepemilikan rumah memiliki kepastian,” tegasnya.
Dorong Pemalang, Batang, dan Pekalongan Jadi Prioritas
Selain itu, Rizal mendorong Perumnas menjadikan Pemalang, Batang, dan Pekalongan sebagai kawasan prioritas pengembangan pada 2026. Ia juga meminta perusahaan memanfaatkan skema FLPP, Tapera, dan kerja sama dengan perbankan Himbara agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah memiliki rumah.
“Usulan ini kami titipkan agar menjadi bagian dari agenda kerja Perumnas. Jangan sampai masyarakat di daerah yang kami wakili hanya menjadi penonton program perumahan pemerintah. Mereka berhak merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Pimpinan Komisi VI DPR RI mengakhiri rapat dengan meminta Perumnas segera menindaklanjuti seluruh masukan anggota dewan. Komisi VI juga meminta direksi melaporkan perkembangan usulan tersebut pada rapat kerja berikutnya.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
