ID Realita -Pemerintah pusat mulai menaruh perhatian serius pada kondisi jalan rusak Pekalongan yang selama ini dikeluhkan warga. Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, H. Rizal Bawazier, mengawal langsung pembahasan percepatan perbaikan infrastruktur dalam rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (25/6/2026).

Rapat tersebut membahas tiga fokus utama, yaitu perbaikan jalan Kota Pekalongan, penanganan banjir dan rob, serta revitalisasi stasiun pompa pengendali banjir di kawasan Sungai Bremi-Meduri.

Jalan Rusak Pekalongan Jadi Fokus Utama

Rizal Bawazier menegaskan bahwa pemerintah pusat kini menempatkan jalan rusak Pekalongan sebagai prioritas utama. Ia terus mengawal pembahasan percepatan perbaikan jalan bersama Kementerian Pekerjaan Umum agar program segera berjalan di lapangan.

Rizal meminta semua pihak mempercepat langkah agar masyarakat segera merasakan hasilnya.

“Kami ingin program jalan rusak Pekalongan segera masuk tahap pelaksanaan. Warga sudah terlalu lama menunggu,” kata Rizal.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar proses berjalan lebih cepat.

Perbaikan Jalan Rusak Pekalongan Dipercepat

Rizal bersama Kementerian PU membahas rencana rekonstruksi jalan rusak Pekalongan melalui skema Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan yang selama ini menghambat aktivitas warga.

Perbaikan jalan Kota Pekalongan ini memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan perdagangan serta sentra batik.

Selain itu, pemerintah mempercepat peningkatan kapasitas stasiun pompa pengendali banjir untuk mengurangi genangan saat hujan deras dan rob terjadi.

Penanganan Sungai Bremi-Meduri Dipercepat

Rizal juga mendorong langkah cepat untuk menangani Sungai Bremi-Meduri. Pemerintah memperkuat tanggul, menormalkan aliran sungai, dan menghubungkan sistem pompa agar pengendalian banjir berjalan lebih efektif.

Langkah ini memperkuat sistem infrastruktur Pekalongan agar masalah banjir dan rob tidak terus mengganggu aktivitas warga.

Tim Teknis Menyiapkan Pelaksanaan Proyek

Jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal SDA, dan tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat kajian teknis. Mereka menyusun anggaran, menuntaskan administrasi, dan menyiapkan pelaksanaan proyek agar pekerjaan bisa segera dimulai.

Salah satu pejabat Ditjen SDA menegaskan komitmen percepatan tersebut.

“Kami mempercepat kajian teknis, menyelaraskan anggaran, dan menyiapkan kebutuhan lapangan agar proyek bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Infrastruktur Dorong Ekonomi Warga

Rizal menilai pembangunan jalan rusak Pekalongan membawa dampak langsung bagi masyarakat. Jalan yang baik mempercepat mobilitas warga, menurunkan biaya distribusi barang, dan memperkuat daya saing pelaku usaha.

Ia juga menilai pengendalian banjir membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa gangguan.

“Infrastruktur yang baik mempercepat distribusi barang, menjaga pasar tetap hidup saat hujan, dan membuka peluang kerja baru di Pekalongan,” kata Rizal.

Warga Menunggu Pekerjaan di Lapangan

Warga Kota Pekalongan berharap pemerintah segera memulai pekerjaan perbaikan jalan dan pengendalian banjir. Mereka ingin melihat perubahan nyata di lapangan, bukan hanya pembahasan di ruang rapat.

Kolaborasi antara DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemerintah daerah memberi harapan baru bagi percepatan pembangunan di Kota Pekalongan.

Warga Kota Pekalongan kini menunggu pemerintah memulai proyek tersebut. Mereka ingin melihat perbaikan jalan, penguatan sistem pengendalian banjir, dan penataan Sungai Bremi-Meduri segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .