ID Realita – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, menjadi pemateri dalam Seminar Sosialisasi Pencegahan Penipuan dan Kejahatan Digital yang digelar di Kota Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Tim Aspirasi Anggota DPR RI dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Seminar membahas sejumlah modus penipuan dan kejahatan digital serta langkah pencegahannya.

Materi yang disampaikan dalam seminar mencakup phishing melalui situs atau tautan palsu, social engineering atau rekayasa sosial, serta modus pencurian dan penyalahgunaan data perbankan.

Dalam pemaparannya, Rizal Bawazier menyampaikan perkembangan teknologi finansial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi. Menurut dia, perkembangan teknologi juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan digital untuk menjalankan aksinya.

“Perkembangan teknologi finansial atau financial technology saat ini memang membawa kemudahan yang sangat besar bagi kita semua. Semua urusan transaksi bisa selesai dalam genggaman tangan. Tetapi di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga secara tidak langsung membuka celah dan pintu masuk yang lebar bagi para pelaku kejahatan digital untuk melancarkan aksinya,” ujar Rizal Bawazier.

Rizal juga menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan data pribadi dan transaksi digital. Ia menyebut pencegahan kejahatan digital membutuhkan keterlibatan pembuat kebijakan, perbankan, dan masyarakat.

“Melalui program edukasi yang berkelanjutan bersama mitra terbaik seperti Bank Mandiri ini, kita ingin memastikan bahwa masyarakat Kota Pekalongan menjadi masyarakat yang lebih cermat, lebih pintar, dan lebih berhati-hati. Kita ingin warga paham betul bagaimana cara mengamankan data pribadi yang bersifat rahasia, dan yang paling penting adalah tidak mudah tergiur, tidak mudah panik, dan tidak mudah percaya oleh tawaran-tawaran yang mencurigakan, iming-iming hadiah, atau ancaman pemblokiran rekening,” lanjutnya.

Pada sesi berikutnya, perwakilan Bank Mandiri menyampaikan materi mengenai sejumlah modus kejahatan digital yang berkaitan dengan keamanan data dan transaksi perbankan.

Salah satu materi yang disampaikan adalah larangan memberikan kode OTP (One Time Password) kepada pihak lain, termasuk orang yang mengaku sebagai pegawai Bank Mandiri.

Peserta juga diingatkan agar tidak mengeklik tautan yang tidak dikenal serta tidak membuka atau menginstal file berformat APK yang dikirim melalui WhatsApp maupun media sosial.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan fitur keamanan resmi yang tersedia pada aplikasi Livin’ by Mandiri untuk menjaga keamanan transaksi.

Seminar tersebut diikuti jajaran pimpinan daerah Kota Pekalongan, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, serta warga Kota Pekalongan.

Kegiatan tersebut membahas pengenalan modus penipuan digital, perlindungan data pribadi, dan langkah pencegahan dalam melakukan transaksi perbankan secara digital.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .