ID Realita – Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, turun langsung ke Kota Pekalongan untuk mendengar aspirasi masyarakat. Ia menggelar dialog bersama warga di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Jumat (3/7/2026).
Dalam pertemuan itu, warga secara langsung menyampaikan berbagai masalah yang mereka hadapi. Dua isu paling dominan muncul, yaitu banjir rob yang terus mengganggu kehidupan warga dan persoalan perumahan yang belum tertangani maksimal.
Banjir Rob Jadi Keluhan Utama Warga
Warga Pekalongan menyoroti banjir rob yang terus terjadi hampir setiap tahun. Kondisi ini merendam permukiman, menghambat aktivitas ekonomi, dan merusak infrastruktur di beberapa wilayah pesisir.
Rizal langsung menanggapi keluhan tersebut dan menegaskan bahwa banjir rob menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani.
“Masalah paling banyak yang warga sampaikan adalah banjir rob. Kami menjadikannya prioritas utama,” kata Rizal.
Selain rob, warga juga menyampaikan masalah genangan air akibat hujan deras yang memperburuk kondisi drainase kota.
DPR RI Siap Jadi Penghubung ke Pemerintah Pusat
Rizal menegaskan dirinya tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga langsung mengawal semua persoalan ke kementerian terkait di pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa meskipun Komisi VI DPR RI tidak bermitra langsung dengan seluruh kementerian teknis, ia tetap membuka jalur komunikasi agar solusi bisa cepat berjalan.
“Kami akan dorong ke kementerian mana pun yang bisa membantu. Semua jalur akan kami buka,” ujarnya.
Target Besar: Pekalongan Harus Bebas Banjir 2027
Rizal menetapkan target besar untuk Kota Pekalongan, yaitu mengurangi bahkan menghilangkan dampak banjir berat pada tahun 2027.
Ia meminta semua pihak bekerja bersama tanpa menunda waktu, karena masalah banjir sudah terlalu lama dirasakan masyarakat.
“Kami ingin Pekalongan bebas banjir pada 2027, atau minimal dampaknya jauh berkurang,” tegasnya.
Fokus Solusi: Pompa Air dan Sungai Bremi–Meduri
Untuk mempercepat penanganan banjir, Rizal mendorong pemerintah daerah mempercepat perbaikan dan revitalisasi stasiun pompa air di beberapa titik rawan banjir.
Ia juga menyoroti Sungai Bremi dan Sungai Meduri yang menurutnya harus ditangani sebagai satu sistem terpadu. Kedua sungai ini memegang peran penting dalam mengalirkan air dari kawasan kota ke laut.
“Kalau pompa kita perbaiki tapi sungainya belum selesai, hasilnya tidak akan maksimal. Semua harus jalan bersama,” jelasnya.
Pemerintah Siapkan Skema Bertahap 2026–2028
Rizal menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyusun rencana bertahap untuk menangani Sungai Bremi–Meduri.
Pada tahun 2026, tim teknis akan memulai pekerjaan awal seperti survei, perencanaan detail, dan pengerjaan awal di lapangan. Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan proyek utama pada 2027 hingga 2028 dengan skema multiyears.
Dengan pola kerja bertahap ini, pemerintah berharap proyek pengendalian banjir bisa berjalan lebih terarah dan tidak terhenti di tengah jalan.
Harapan untuk Warga Pekalongan
Rizal meminta semua pihak tetap terlibat dalam proses penanganan banjir, termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kerja sama semua elemen.
“Kami ingin solusi ini benar-benar terasa di masyarakat, bukan hanya rencana,” ujarnya.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
