ID Realita – Pemerintah pusat menggelontorkan Dana Desa (DD) untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menyoroti kualitas proyek rabat beton yang menggunakan Dana Desa tahun 2024.

Warga menilai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tlogorejo tidak menjalankan pekerjaan sesuai perencanaan. Mereka menemukan sejumlah retakan pada rabat beton yang baru berusia beberapa bulan. Selain itu, permukaan jalan mulai mengeluarkan debu di beberapa titik.

ID Realita menemukan proyek rabat beton tersebut berada di Dukuh Caper RT 06 dan RT 07 RW 02. Pemerintah Desa Tlogorejo mengalokasikan anggaran Rp130.030.500 untuk membangun rabat beton dengan tinggi 15 sentimeter, lebar 4 meter, dan panjang 150 meter.

Warga Soroti Dugaan Pengurangan Volume

Warga menduga pelaksana proyek mengurangi ketebalan rabat beton hingga 5 sentimeter. Rencana Anggaran Biaya (RAB) menetapkan ketebalan rabat beton 15 sentimeter. Namun, warga mengukur ketebalan beton di lapangan hanya sekitar 10 sentimeter.

Selisih ketebalan tersebut memunculkan dugaan pengurangan volume pekerjaan hingga sekitar 30 meter kubik.

Seorang warga yang meminta redaksi merahasiakan identitasnya mengaku mengukur ketebalan beton saat proses pengecoran berlangsung.

“Saat pengecoran masih berlangsung, saya mengukur bagian tengah dengan meteran. Ketebalannya hanya sekitar 5 sentimeter dari titik yang saya cek,” ujarnya.

Menurut warga, kualitas pekerjaan perlu mendapat perhatian karena rabat beton sudah mengalami retak meski proyek baru selesai beberapa bulan lalu.

Warga Desak Pemeriksaan

Warga meminta pemerintah dan instansi terkait segera memeriksa kondisi proyek tersebut. Mereka juga meminta pihak berwenang memastikan kesesuaian pekerjaan dengan RAB.

“Pekerjaan ini menggunakan Dana Desa. Kalau kualitas dan volumenya tidak sesuai RAB, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” kata warga.

Warga khawatir kondisi jalan akan semakin rusak apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah perbaikan.

Kades Akui Ketebalan Berkurang

Wartawan kemudian menghubungi Kepala Desa Tlogorejo, Supar, untuk meminta penjelasan terkait proyek tersebut.

“Lho ah, besok Inspektorat memeriksa, paling mengembalikan,” kata Supar melalui pesan WhatsApp.

Supar juga mengatakan Inspektorat akan melakukan monitoring dalam waktu dekat.

“Minggu depan Inspektorat akan melakukan monitoring,” ujarnya.

Selain itu, Supar mengakui ketebalan beton tidak sesuai ukuran dalam perencanaan.

“Yang mengerjakan memang tidak benar. Padahal begesting 15 sentimeter, kok jadi 10 sentimeter,” tuturnya.

Menurut Supar, warga setempat bersama TPK mengerjakan proyek rabat beton tersebut.

“Ya warga situ sendiri. TPK itu tukang-tukang dari warga setempat,” pungkasnya.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .