‎ID Realita – Warga Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mempertanyakan kualitas proyek pengaspalan jalan di RT 002/RW 002. Mereka menilai hasil pekerjaan pada ruas jalan tersebut kurang maksimal meskipun proyeknya baru selesai.

Pemerintah Desa Dukuhmulyo mengalokasikan anggaran sebesar Rp93.111.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk membangun jalan tersebut. Anggaran itu sudah mencakup PPN dan PPh.

Warga melihat beberapa bagian jalan memiliki lapisan aspal yang tidak merata. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena jalan berpotensi cepat rusak dan tidak mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan hasil pengaspalan jalan. Mereka menilai pelaksana proyek belum mengerjakan pekerjaan secara maksimal.

Menurut warga, permukaan jalan terlihat kurang rapi pada sejumlah titik. Mereka khawatir kualitas pekerjaan yang kurang baik akan memperpendek usia jalan.

Warga juga meminta pemerintah desa segera mengevaluasi hasil pekerjaan agar proyek yang menggunakan Dana Desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Desa Nilai Hasil Pekerjaan Sudah Baik

Awak media kemudian meminta penjelasan kepada Kepala Desa Dukuhmulyo terkait kondisi jalan tersebut.

Kepala Desa Dukuhmulyo menilai hasil pekerjaan masih tergolong baik.

“Saya kira pekerjaannya bagus, dan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan,” ujar Kepala Desa Dukuhmulyo saat awak media meminta keterangan pada 1 Juni 2025.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses pemeriksaan apabila instansi terkait menemukan pelanggaran atau kekurangan dalam pelaksanaan proyek.

“Pekerjaan tersebut kalau memang salah kan saya juga nanti akan diperiksa Dispermades, Inspektorat dan PU,” katanya.

Pengakuan Kepala Desa Jadi Perhatian

Dalam keterangannya, Kepala Desa Dukuhmulyo menjelaskan bahwa pemerintah desa menggunakan skema swakelola untuk melaksanakan proyek tersebut.

Namun pada saat yang sama, ia menyebut pihak rekanan ikut menangani pekerjaan di lapangan.

“Ya memang pengaspalan jalan di desa saya (Dukuhmulyo) swakelola, cuma dikerjakan pihak rekanan,” imbuhnya.

Pernyataan itu memunculkan perhatian karena skema swakelola umumnya mengutamakan pelaksanaan pekerjaan oleh pemerintah desa melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan melibatkan masyarakat setempat.

Masyarakat Minta Pemeriksaan Lapangan

Masyarakat meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), Inspektorat Kabupaten Pati, dan dinas teknis terkait segera turun ke lokasi proyek.

Mereka berharap instansi tersebut memeriksa kualitas jalan sekaligus menilai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap seluruh proyek Dana Desa. Mereka berharap pengawasan yang ketat mampu meningkatkan kualitas pembangunan dan menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan, masyarakat berharap pemerintah desa segera melakukan perbaikan sehingga jalan tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi warga Dukuhmulyo.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .