ID Realita – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian serius terhadap musibah banjir yang melanda Kabupaten Pati. Tim pusat BNPB turun langsung memantau kondisi terkini di lapangan, termasuk meninjau pemukiman warga di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari. Kehadiran pihak BNPB ini mendapat sambutan langsung dari Pj Bupati Pati, Kapolresta Pati, Dandim 0718/Pati, hingga jajaran BPBD Kabupaten Pati.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setiawan, segera mengecek lokasi pengungsian warga terdampak. Beliau berinteraksi langsung dengan para pengungsi untuk memastikan kondisi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Fajar menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen menangani banjir secara menyeluruh, sesuai standar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Tercukupi
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pusat setelah menerima laporan mengenai banjir di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Langkah ini sejalan dengan upaya daerah lain, di mana Pemerintah Provinsi Jateng menyalurkan bantuan logistik terdampak banjir untuk wilayah Kendal hingga Pekalongan. Oleh karena itu, BNPB ingin memastikan bahwa masyarakat di Pati juga mendapatkan pelayanan maksimal.
“Kami hadir di sini untuk memastikan dampak yang masyarakat hadapi segera teratasi. Sebab, warga yang mengungsi pasti membutuhkan kebutuhan dasar yang mendesak. Kami melihat koordinasi di bawah pimpinan Pj Bupati, Dandim, dan Kapolresta sudah berjalan sangat bagus. Logistik makanan tercukupi berkat kerja sama seluruh stakeholder terkait,” ujar Fajar pada Selasa (19/3/2024).
Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Alihkan Hujan
Menanggapi penanganan jangka menengah, BNPB telah memfasilitasi teknologi rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca menggunakan pesawat. Teknologi ini bertujuan untuk mengalihkan potensi hujan agar tidak jatuh di daratan yang sedang terendam banjir. Selanjutnya, tim ahli akan menaburkan garam pada awan pekat yang terpantau bergerak menuju wilayah Kabupaten Pati.
“Kita tunggu awan tersebut di wilayah laut. Ketika awan sudah terbentuk, petugas akan menabur garam agar hujan turun di laut, bukan di darat. Harapannya, langkah ini tidak memperparah kondisi banjir yang sedang melanda pemukiman,” papar Fajar. Pihaknya mengklaim metode ini jauh lebih terukur dan efektif ketimbang cara-cara tradisional. Rekayasa cuaca ini telah berlangsung sejak Sabtu pekan lalu dan direncanakan berlanjut hingga Rabu (20/3/2024).
Strategi Jangka Panjang dan Bantuan Dana Darurat
Untuk penanganan jangka panjang, BNPB menekankan pentingnya pemetaan risiko bencana secara mendalam dari kawasan hulu hingga hilir. Selain itu, strategi khusus sangat diperlukan mengingat bencana banjir di Pati sering terjadi setiap tahun. “Langkah jangka panjang membutuhkan strategi yang matang. Kita harus menurunkan dampak kerugian dan risiko bencana semaksimal mungkin,” terangnya di hadapan warga.
Sementara itu, Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan bahwa Pemkab Pati telah menerima dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dalam rapat koordinasi sebelumnya, Kabupaten Pati mendapatkan bantuan dana penanganan bencana sebesar Rp 250 juta. Tidak hanya itu, bantuan tersebut juga mencakup perlengkapan evakuasi tambahan bagi warga yang masih terjebak di lokasi banjir.
Henggar juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim medis dari Puskesmas Gabus 2 yang terus bergerak melakukan pengecekan kesehatan ke kampung-kampung. Sebagai penutup, Pj Bupati menerima bantuan CSR dari Bank Jateng untuk diserahkan kepada Kepala Desa Banjarsari. Beliau berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dan bermanfaat dalam masa pemulihan pasca bencana.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
