ID Realita – Amukan cuaca buruk di perairan Jepara memaksa Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari 1C rute Jepara – Karimunjawa putar balik. Nakhoda memutuskan balik kanan demi menjamin keselamatan puluhan penumpang di tengah laut, Minggu (11/2/2024).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan, membenarkan bahwa kapal mulai berbalik arah sekitar pukul 10.30 WIB. Pasalnya, hantaman gelombang tinggi di sekitar perairan PLTU Tanjung Jati sangat membahayakan pelayaran jika kapal terus menerjang ombak.

“KMC Express Bahari 1C membawa 49 orang yang mayoritas merupakan warga Karimunjawa. Namun, karena situasi laut tidak memungkinkan, kapal akhirnya merapat kembali ke dermaga Jepara sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung, semua penumpang dan awak kapal tetap dalam kondisi sehat,” ungkap Ony.

Skenario Jadwal Tambahan Senin Pagi

Menyikapi insiden ini, manajemen KMC Express Bahari 1C langsung menyusun langkah darurat. Mereka berencana menambah jadwal keberangkatan pada Senin pagi, tepatnya pukul 06.00 WIB. Langkah tersebut bertujuan mengangkut penumpang yang gagal berangkat serta menjemput wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa.

Kendati begitu, Ony mengingatkan bahwa rencana ini belum menjadi keputusan final. Artinya, kepastian berangkat tetap bergantung sepenuhnya pada restu alam dan izin otoritas pelabuhan. Petugas akan terus memelototi pergerakan gelombang sebelum memberikan izin berlayar ke laut lepas.

“Kami mengupayakan jadwal tambahan besok pagi. Akan tetapi, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami hanya mengizinkan keberangkatan jika cuaca benar-benar sudah jinak,” tegasnya lagi.

Dishub Jepara Masifkan Informasi

Supaya tidak memicu penumpukan, Dishub Kabupaten Jepara bergerak cepat menyebarkan informasi resmi secara luas. Bahkan, petugas memasang spanduk peringatan di titik-titik strategis pelabuhan. Pihak dinas juga memanfaatkan media sosial guna mengirim surat edaran agar warga tidak kecewa saat tiba di lokasi.

Ony meminta para calon penumpang agar rajin mengecek informasi terkini. Tujuannya, agar warga maupun wisatawan tidak telanjur sampai di pelabuhan namun gagal menyeberang akibat faktor cuaca yang tidak menentu.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .