ID Realita —Pembangunan jalan cor beton di Desa Degan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Pasalnya, temuan langsung di lapangan menunjukkan sejumlah bagian jalan yang baru selesai dibangun sudah mengalami retak dan pecah pada permukaan beton.
Pantauan ID Realita di lokasi, retakan terlihat di sejumlah titik badan jalan. Beberapa retakan tampak menjalar dan bercabang pada permukaan beton.
Kondisi tersebut terlihat saat jalan masih tergolong baru digunakan masyarakat. Temuan ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan serta faktor yang menyebabkan keretakan muncul dalam waktu relatif singkat.
Saat ID Realita melakukan penelusuran di lokasi, seorang warga yang sedang melintas turut memperhatikan kondisi jalan tersebut.
“Lha ini jalannya kan masih baru, kok sudah kelihatan retak seperti ini. Harapannya kalau dibangun pakai uang desa, kualitasnya bagus dan bisa awet. Jangan sampai baru sebentar sudah rusak lagi,” ujar warga tersebut.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Jalan Cor Beton dengan pelaksana TPK Desa Degan.
Kegiatan tersebut menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026dengan nilai anggaran sebesar Rp197.125.000.
Dalam papan informasi juga tercantum volume pekerjaan sepanjang 220 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan beton 0,15 meter atau 15 sentimeter.
Jika dihitung berdasarkan ukuran tersebut, volume beton secara matematis mencapai sekitar 132 meter kubik.
Namun, kondisi fisik yang ditemukan di lapangan perlu dicocokkan dengan dokumen perencanaan. Pengukuran panjang, lebar, dan terutama ketebalan beton menjadi penting untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan spesifikasi teknis.
Penyebab Retak Perlu Dibuktikan
Munculnya retakan pada beton tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai akibat kesalahan atau pelanggaran pekerjaan.
Secara teknis, keretakan dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi tanah dasar, proses pemadatan, mutu material, proses pengecoran, sambungan beton, hingga perawatan beton setelah pengecoran.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Selain kualitas permukaan, proses pelaksanaan juga perlu ditelusuri. Mulai dari persiapan badan jalan, pemadatan, material yang digunakan, proses pengecoran, ketebalan beton, hingga perawatan setelah pengecoran.
Temuan tersebut kemudian diklarifikasi kepada Kepala Desa Degan. Namun, hingga berita ini disusun, Kepala Desa Degan belum memberikan penjelasan mengenai kondisi jalan yang ditemukan mengalami keretakan tersebut.
Kades Belum Berikan Penjelasan
Sejumlah pertanyaan masih membutuhkan jawaban, terutama mengenai mutu material, metode pelaksanaan, ketebalan beton, proses pengawasan, serta apakah pekerjaan telah diperiksa sebelum dinyatakan selesai.
TPK Desa Degan selaku pelaksana kegiatan juga perlu memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan standar teknis yang digunakan.
ID Realita tetap membuka ruang bagi Kepala Desa Degan, TPK, maupun pelaksana pekerjaan untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara utuh.
Temuan keretakan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bentuk pelanggaran atau ketidaksesuaian pekerjaan** sebelum dilakukan pemeriksaan teknis dan pencocokan dengan dokumen perencanaan.
Penggunaan anggaran sebesar Rp197.125.000 membuat kualitas pekerjaan menjadi hal penting untuk diperhatikan, sebab pembangunan tersebut menggunakan Dana Desa yang bersumber dari anggaran publik.
ID Realita akan terus menelusuri kesesuaian antara RAB, volume fisik, spesifikasi teknis, kondisi lapangan, serta proses pengawasan pembangunan jalan tersebut.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .





