ID Realita – Proyek P3-TGAI Desa Bringin Juwana di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mengalami kerusakan parah meski baru selesai. Warga langsung menyoroti kualitas bangunan irigasi karena nilainya mencapai sekitar Rp200 juta.

Tim ID Realita meninjau lokasi proyek dan mengumpulkan rekaman video terbaru. Dari penelusuran tersebut, tim menemukan kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunan.

Struktur Beton Patah dan Tidak Menyatu

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan beton pembatas irigasi patah dan terpisah di beberapa titik. Material batu kali ikut lepas karena adukan semen tidak merekat kuat.

Kondisi ini memperlihatkan kualitas pengerjaan proyek P3-TGAI Desa Bringin Juwana tidak memenuhi standar konstruksi.

Selain kerusakan pada bagian atas, tim juga melihat celah besar di bawah bangunan. Celah tersebut menandakan pekerja tidak menanam fondasi secara maksimal. Struktur terlihat menggantung dan tidak menyatu dengan tanah dasar.

Situasi tersebut meningkatkan risiko kerusakan yang lebih parah saat debit air naik. Arus yang deras dapat merobohkan bangunan dan mengganggu aliran irigasi ke lahan pertanian.

Warga Soroti Kualitas Proyek

Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan setelah melihat kondisi bangunan yang cepat rusak. Mereka menilai hasil proyek tidak sebanding dengan anggaran yang digunakan.

“Baru selesai belum lama, tapi sudah rusak begini. Kalau kena arus air besar, bisa habis semua ini,” ujar seorang warga kepada tim ID Realita, Selasa, 07/04/2026)

Warga lain juga meragukan keseriusan pelaksana proyek.

“Kalau anggarannya sampai ratusan juta, harusnya kuat dan tahan lama. Ini malah seperti asal jadi,” katanya.

Selain itu, warga menilai proyek belum memberikan manfaat maksimal karena kerusakan muncul sebelum pemanfaatan berjalan optimal.

Anggaran Rp200 Juta Dipertanyakan

Kerusakan proyek P3-TGAI Desa Bringin Juwana memicu pertanyaan warga terkait penggunaan anggaran dan pengawasan selama pengerjaan.

Masyarakat mendesak pihak pelaksana membuka laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara transparan. Mereka ingin mengetahui rincian penggunaan dana proyek secara jelas.

“Kami ingin tahu uangnya dipakai untuk apa saja. Harus ada penjelasan,” ujar warga lainnya.

Kurangnya pengawasan sejak awal pengerjaan juga menjadi perhatian warga. Mereka menilai pengawasan yang ketat dapat mencegah penurunan kualitas bangunan.

Warga Desak Audit dan Penyelidikan

Warga meminta instansi terkait segera memeriksa proyek tersebut secara menyeluruh. Mereka juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) menindaklanjuti temuan jika terdapat pelanggaran.

Menurut warga, audit penting untuk memastikan kualitas pembangunan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Langkah ini juga dapat mengungkap potensi kesalahan teknis maupun kelalaian dalam proses pengerjaan.

Hingga berita ini terbit, pihak Kelompok Tani Desa Bringin belum memberikan keterangan resmi.

Tim investigasi ID Realita terus menelusuri perkembangan kasus ini dan berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .