ID Realita – Unggahan video singkat dari akun TikTok @opoanane mendadak memicu kegaduhan di jagat maya. Video yang tayang sejak Sabtu (20/2/2025) itu merekam kerusakan parah pada infrastruktur Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kejadian drainase Desa Tlogomojo ambrol menjadi sorotan publik.

Sampai saat ini, tayangan tersebut telah menarik perhatian 25.080 penonton. Rekaman visual itu memperlihatkan dinding drainase yang pecah hingga hancur ke dasar saluran pada beberapa titik bangunan. Kondisi beton yang hancur berkeping-keping tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kualitas konstruksi proyek tersebut yang menyebabkan drainase ambrol di Desa Tlogomojo.

Dugaan Pengurangan Material

Narasi dalam video itu secara terang-terangan menuding adanya ketidakberesan dalam proses pembangunan. Sang pengunggah menuliskan pesan bahwa pembangunan di Desa Tlogomojo tidak memenuhi standar teknis, sehingga drainase desa bisa ambrol seperti yang terlihat.

“Dugaan kuat pembangunan Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati tidak memenuhi standar. Ada indikasi pengurangan bahan material sehingga bangunan cepat rusak,” tulis akun @opoanane dalam kolom keterangan tentang drainase Desa Tlogomojo ambrol.

Kerusakan pada beberapa titik bangunan ini memperkuat kecurigaan warga mengenai ketahanan material bangunan. Warganet pun mendesak pihak berwenang agar segera mengaudit proyek tersebut demi mencegah kerugian negara akibat drainase Desa Tlogomojo yang ambrol.

Penjelasan Pemerintah Desa

Pemerintah Desa Tlogomojo segera memberikan klarifikasi untuk menanggapi isu yang berkembang soal drainase Desa Tlogomojo ambrol. Kaur Kesra Desa Tlogomojo memberikan penjelasan saat awak media menghubunginya melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa proyek drainase tersebut menggunakan dana dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025. Menurutnya, penyebab kerusakan bukan berasal dari kualitas material yang buruk, melainkan faktor eksternal yang menyebabkan drainase Desa Tlogomojo ambrol.

“Alat pemanen padi (threser) yang melintas di atasnya menyebabkan kerusakan itu. Beban alat tersebut memicu dinding drainase pecah dan ambrol, sehingga drainase Desa Tlogomojo mengalami kerusakan,” ungkap Kaur Kesra Desa Tlogomojo.

Ia juga memastikan bahwa pihak pengelola proyek langsung mengambil langkah perbaikan setelah melihat kerusakan tersebut. Ia mengklaim pihaknya telah menuntaskan perbaikan pada titik-titik yang rusak akibat drainase Desa Tlogomojo ambrol.

“Kami sudah memperbaiki bagian yang rusak tersebut,” tambahnya untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat terkait drainase Desa Tlogomojo yang ambrol.

Urgensi Pengawasan Infrastruktur

Insiden ini memperpanjang catatan keluhan masyarakat mengenai transparansi proyek infrastruktur desa. Meski pihak desa sudah memperbaiki kerusakan, kejadian drainase Desa Tlogomojo ambrol menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan program P3-TGAI.

Para ahli konstruksi menekankan bahwa perencana proyek drainase di area persawahan harus memperhitungkan mobilitas alat mesin pertanian (alsintan). Jika bangunan infrastruktur desa langsung hancur hanya karena lintasan alat pertanian, maka dinas terkait perlu mengevaluasi kembali spesifikasi desain dan campuran material yang digunakan para pekerja agar tidak terjadi drainase Desa Tlogomojo ambrol lagi.

Kini, masyarakat menantikan langkah nyata dari inspektorat atau dinas pekerjaan umum setempat untuk memverifikasi kualitas bangunan tersebut agar insiden drainase Desa Tlogomojo ambrol tidak terulang kembali.