ID Realita — Beton Sidomulyo retak kembali menjadi sorotan warga di Dukuh Nganguk, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan. Pelaksana proyek mulai menutup sejumlah titik retakan yang sebelumnya viral di masyarakat. Namun, warga menilai langkah itu hanya tambal sulam untuk meredam sorotan publik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Warga memantau proses penambalan pada Jumat (15/5/2026). Setelah itu, pekerja menutup retakan dengan lapisan semen baru. Meski demikian, retakan lain kembali muncul di beberapa titik.
“Baru kemarin mereka menambal bagian yang retak-retak itu. Tapi hari ini muncul lagi di titik lain. Bahkan, ada retakan di tepi jalan sampai tembus ke bawah,” ujar seorang warga yang meminta redaksi menyembunyikan identitasnya.
Menurut warga, kerusakan jalan itu membuat masyarakat khawatir. Mereka menilai kualitas proyek tidak sesuai harapan karena usia jalan masih tergolong baru.
Tambalan Dinilai Tidak Menyelesaikan Masalah
Secara teknis, tambalan pada beton retak tidak mampu mengembalikan kekuatan jalan secara penuh. Padahal, beton mutu FC 25 MPa seharusnya memiliki struktur yang kuat dan padat.
Selain itu, retakan yang menembus dasar beton diduga muncul akibat masalah pada tanah dasar, proses pengerjaan, atau campuran material.
“Kalau hanya mengoles semen di bagian atas, itu sama saja menutup kerusakan di permukaan. Nantinya, saat kendaraan berat melintas, tambalan bisa lepas dan retakan makin melebar,” kata narasumber teknis kepada tim redaksi.
Ia juga menilai pelaksana proyek seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh. Dengan begitu, penyebab retakan dapat diketahui secara pasti.
Pemerintah Desa Belum Memberikan Penjelasan
Hingga berita ini terbit, Kepala Desa Sidomulyo belum menjawab upaya konfirmasi dari tim redaksi ID Realita.
Akibatnya, sikap diam pemerintah desa memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan proyek tersebut. Proyek itu menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp200 juta.
Warga Desak Audit Independen
Sementara itu, munculnya retakan baru setelah proses penambalan membuat warga semakin meragukan kualitas proyek rabat beton tersebut.
Karena itu, tim redaksi ID Realita berencana melayangkan laporan informasi kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Pati dan Dispermades.
Selain mendesak audit, warga juga meminta pihak independen melakukan uji core drill atau pengambilan sampel inti beton. Dengan cara itu, publik dapat memastikan mutu beton benar-benar sesuai spesifikasi FC 25 pada papan proyek.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
