ID Realita — Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu beton FC 25 yang retak seribu, pelaksana proyek rabat beton di Dukuh Nganguk, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, terpantau mulai melakukan upaya “tambal sulam”.
Berdasarkan kesaksian warga sekitar pada Jumat (15/5/2026), beberapa titik retakan yang sebelumnya viral mulai ditutup dengan lapisan semen baru. Namun, upaya ini dinilai warga hanya sebagai langkah formalitas untuk menyamarkan kerusakan di hadapan publik.
”Baru kemarin ditambal bagian yang retak-retak itu. Tapi hari ini tampak lagi di titik berbeda, ada yang retak berantakan di tepi jalan sampai tembus ke bawah,”** ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Hanya “Bedak” di Atas Luka Dalam
Secara teknis konstruksi, penambalan permukaan pada beton yang sudah mengalami retak struktural (tembus ke dasar) tidak akan mengembalikan kekuatan jalan. Beton mutu tinggi FC 25 MPa seharusnya memiliki integritas struktur yang solid. Jika retakan sudah menjalar sampai ke bawah, hal itu menandakan adanya masalah pada kepadatan tanah dasar atau komposisi material yang tidak sesuai spesifikasi.
”Kalau cuma dioles semen atasnya, itu namanya memoles wajah yang sudah luka dalam. Begitu dilewati kendaraan berat, tambalan itu pasti lepas dan retakannya akan semakin lebar karena pondasi di bawahnya sudah gagal,” tambah narasumber teknis yang dihubungi redaksi.
Transparansi Masih “Gelap”
Hingga berita ini kembali diturunkan, Kepala Desa Sidomulyo tetap tidak memberikan respons atas upaya klarifikasi yang dilakukan tim redaksi ID Realita.
Sikap bungkam pemerintah desa ini semakin memperkuat kecurigaan publik terkait lemahnya pengawasan terhadap anggaran Bankeu Provinsi sebesar Rp 200 juta tersebut.
Desakan Audit Independen
Dengan adanya fakta “tumbuh” retakan baru meskipun sudah dilakukan penambalan, tim redaksi akan segera melayangkan laporan informasi kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Pati dan Dispermasdes.
Publik mendesak agar dilakukan core drill (pengambilan sampel inti beton) oleh pihak independen untuk membuktikan apakah benar beton yang terpasang adalah mutu FC 25 atau justru jauh di bawah standar yang tertulis di papan informasi.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .



