Alih-alih menggunakan AI untuk urusan administratif yang remeh, Nezar mendorong pemanfaatan teknologi ini pada sektor strategis. Ia mengajak para akademisi mengarahkan AI untuk menjawab persoalan besar di bidang pangan, energi, kesehatan, hingga maritim.

“Ambisi strategis ini perlu agar kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus mampu menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor-sektor prioritas,” pungkasnya.

Program workshop ini melibatkan puluhan mahasiswa dan dosen dari UGM, Universitas Brawijaya, dan ITS. Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap muncul talenta digital yang cerdas sekaligus bijak dalam mengendalikan dampak pemanfaatan AI di masa depan. Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan digital Indonesia di kancah global.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .