ID Realita – Menggerus daya kritis pelajar kini menjadi risiko nyata dari penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang berlebihan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, melontarkan peringatan serius ini guna merespons masifnya ketergantungan masyarakat pada teknologi tersebut.

Nezar menyampaikan pesan tersebut saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (17/4/2026). Ia melihat fenomena di mana banyak individu mulai menyerahkan seluruh proses berpikir serta pengambilan keputusan sepenuhnya kepada mesin.

Ancaman Nyata di Dunia Pendidikan

Sektor pendidikan nasional kini menghadapi tantangan besar akibat kehadiran AI. Menurut Nezar, pelajar yang terbiasa mengandalkan AI untuk menyelesaikan tugas tanpa proses evaluasi mandiri akan kehilangan kemampuan analisis logis mereka secara perlahan.

“Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan,” tegas Nezar di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen, Jumat (17/4/2026).

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .