Ia menuntut para talenta digital masa depan agar tidak sekadar menjadi operator teknis yang pasif. Pelajar wajib mengasah ketajaman otak untuk menguji setiap hasil kerja mesin agar tidak tertelan oleh informasi yang bias atau menyesatkan.

Menempatkan Manusia Sebagai Pusat Kendali

Nezar menawarkan solusi berupa konsep human-centric dalam setiap pengembangan inovasi digital. Ia menekankan bahwa pengembang teknologi wajib menempatkan manusia sebagai pemegang kendali utama melalui pendekatan human in the loop.

“Desain AI harus human-centric agar teknologi yang kita kembangkan memberi dampak positif bagi kemanusiaan,” jelasnya.

Budaya serba instan tanpa kesadaran etis berpotensi melumpuhkan penilaian nurani manusia. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi aset manusia yang paling berharga. Nezar melarang keras talenta digital memindahkan otoritas pengambilan keputusan secara total ke tangan mesin demi menjaga integritas intelektual.

Inovasi untuk Masalah Nyata

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .