ID Realita – Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendorong Pemerintah Kabupaten Batang segera merevitalisasi kompleks Makam As Syahid Al Habib Idrus bin Husein bin Syihab di Desa Bawang, Kecamatan Bawang. Menurutnya, pemerintah dapat mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata religi unggulan yang menjaga warisan sejarah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Rizal menyampaikan usulan itu setelah menghadiri rangkaian haul dan ziarah Al Habib Idrus bin Husein bin Syihab, Minggu (5/7/2026). Di hadapan ribuan jemaah dan tokoh masyarakat, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang perlu segera menata kawasan makam agar peziarah dari berbagai daerah memperoleh kenyamanan saat berziarah.

“Kunjungan saya kali ini adalah yang keempat mengikuti haul Habib Idrus bin Husein. Beliau merupakan ulama besar yang memiliki jasa luar biasa dalam menyebarkan dakwah Islam di Bawang. Sampai hari ini beliau tetap dihormati lintas generasi,” ujar Rizal.

Ribuan Jemaah Tunjukkan Potensi Wisata Religi

Ribuan jemaah memadati peringatan haul Al Habib Idrus bin Husein setiap tahun. Mereka datang tidak hanya dari Kabupaten Batang, tetapi juga dari Pekalongan, Pemalang, Kendal, dan berbagai daerah lain di Jawa Tengah.

Rizal menilai tingginya jumlah peziarah membuktikan bahwa makam tersebut memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan wisata religi.

“Antusiasme masyarakat ini merupakan modal sosial yang sangat besar. Masyarakat sudah datang dengan kesadaran sendiri. Sekarang pemerintah daerah tinggal melengkapi fasilitas agar kawasan ini semakin nyaman dikunjungi,” katanya.

Revitalisasi Kawasan Harus Menjadi Prioritas

Rizal meminta Pemerintah Kabupaten Batang segera merevitalisasi kawasan makam secara menyeluruh. Ia mengusulkan pelebaran area parkir, perbaikan akses jalan, pembangunan pusat informasi sejarah, penambahan fasilitas MCK, penataan kios UMKM, serta penyediaan ruang istirahat bagi para peziarah.

Ia juga mendorong pemerintah merancang kawasan makam agar ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Kalau ingin menjadi wisata religi, pemerintah harus membenahi kawasan makam lebih dahulu. Kawasan ini harus bersih, tertata, informatif, serta ramah bagi lansia dan difabel. Dengan begitu masyarakat akan datang bukan hanya saat haul, tetapi sepanjang tahun,” tegasnya.

Warisan Dakwah dan Perjuangan Harus Terjaga

Masyarakat mengenal Al Habib Idrus bin Husein sebagai ulama yang menyebarkan dakwah Islam di wilayah Bawang. Selain berdakwah, beliau juga berjuang melawan penjajahan Belanda.

Berdasarkan penuturan tokoh-tokoh sepuh setempat, tentara Belanda menembak Habib Idrus hingga beliau gugur sebagai syahid. Rizal menilai kisah perjuangan tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami peran besar para ulama dalam sejarah bangsa.

“Ini bukan sekadar makam. Tempat ini menyimpan sejarah dakwah sekaligus perjuangan bangsa. Anak-anak muda perlu mengetahui bahwa para ulama juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Warisan sejarah seperti ini harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Wisata Religi Dapat Menggerakkan Ekonomi Warga

Rizal meyakini revitalisasi kawasan makam akan menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Pantura Jawa Tengah. Peningkatan jumlah peziarah juga akan membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengelola penginapan, hingga penyedia jasa transportasi lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Ia menegaskan kesiapannya mengawal usulan tersebut di tingkat pusat. Menurutnya, ia akan menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait agar pemerintah pusat dapat mendukung program revitalisasi kawasan makam.

“Saya siap mengawal aspirasi ini dari Senayan. Saya berharap kawasan Makam Habib Idrus dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi unggulan yang menjaga warisan sejarah, memperkuat syiar Islam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batang,” pungkasnya.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .