ID Realita – Bareskrim Polri menangkap Putra Wibowo, pendiri sekaligus bos robot trading Viral Blast. Ia sudah berstatus DPO sejak awal penyidikan kasus pada 2022.

Dittipideksus Bareskrim bersama tim Hubinter menjemput Putra Wibowo dari luar negeri. Petugas kemudian membawa dia ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Polri melakukan penjemputan DPO Putra Wibowo bersama Hubinter Polri, sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta,” kata AKBP Sentot Kunto Wibowo, Sabtu (27/1/2024).

Pemeriksaan di Bareskrim

Setelah tiba di Jakarta, penyidik langsung memeriksa Putra Wibowo di Bareskrim Polri. Mereka menggali peran dia dalam operasional robot trading Viral Blast.

Penyidik juga menelusuri aliran uang yang diduga berasal dari penipuan investasi. Mereka menduga sistem Viral Blast berjalan sebagai skema investasi bodong.

Dugaan TPPU

Polisi menjerat Putra Wibowo dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kasus ini terkait dugaan penipuan dan perdagangan ilegal.

Polisi belum mengungkap lokasi penangkapan. Mereka menyatakan detail lengkap akan disampaikan dalam rilis resmi di Bareskrim Polri.

Tiga Tersangka Lain

Kasus ini melibatkan empat tersangka. Tiga lainnya adalah Zainal Hudha Purnama, Minggus Umboh, dan Rizky Puguh Wibowo. Mereka sudah menjalani proses hukum sejak 2022.

Modus Viral Blast

Kasus ini juga menyeret beberapa klub sepak bola seperti Persija Jakarta, PSS Sleman, dan Madura United karena kerja sama sponsor dengan PT Trust Global Karya.

Perusahaan itu menawarkan produk e-book dengan dalih edukasi trading. Namun, polisi menilai itu hanya kedok untuk menjalankan penipuan investasi.

Polri masih mengembangkan kasus ini untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan pelaku lain yang terlibat.adura United karena kerja sama sponsor dengan PT Trust Global Karya.

Perusahaan ini menawarkan produk e-book dengan dalih edukasi trading. Namun, polisi menilai itu hanya kedok untuk menjalankan penipuan investasi yang merugikan banyak orang.

Polri masih mengembangkan kasus ini untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.erta mengungkap kemungkinan pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .