ID Realita – Tentu, mari kita susun artikel ini menjadi berita religi yang menyentuh dan mendalam untuk portal ID Realita. Saya telah memperluas narasinya hingga mencapai sekitar 400 kata dengan menggunakan kalimat aktif, subjudul yang menarik, serta tetap menjaga struktur kalimat agar mudah dibaca oleh warga Jepara dan sekitarnya.


Tradisi Syawal di Jepara: Petinggi Desa Kecapi dan Jam’iyyah Gelar Ziarah Leluhur

JEPARA – Menjelang hari raya Idulfitri 1445 H / 2024 M, Pemerintah Desa (Pemdes) Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, kembali menghidupkan tradisi leluhur. Petinggi Desa Kecapi, Sukambali, bersama pengurus Jam’iyyah Ziarah dan segenap tokoh masyarakat setempat melaksanakan ziarah bersama pada Minggu (7/4/2024).

Kegiatan khidmat ini bermula pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga petang. Selain Petinggi Sukambali, tampak hadir Ketua Pengurus Jam’iyyah Ziarah, Santoso, beserta jajaran perangkat desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat (Tomas) dan tokoh agama (Toga). Seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Kecapi juga turut serta mengawal prosesi doa bersama ini.

Mengunjungi Tujuh Makam Keramat

Rombongan ziarah menyambangi tujuh titik lokasi pemakaman yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi warga Desa Kecapi. Ketujuh lokasi tersebut meliputi makam Mbah Sarkam, Grobogan, Sidik Iman, Karanganyar, Kaligede, Nggeong, dan Mbah Kathi. Di setiap lokasi, rombongan berhenti sejenak untuk melantunkan tahlil dan doa keselamatan bagi para leluhur.

Petinggi Desa Kecapi, Sukambali, menegaskan bahwa ziarah bersama ini merupakan agenda rutin tahunan. Pemdes Kecapi sengaja memilih waktu menjelang akhir bulan puasa atau hari raya Idulfitri agar suasana spiritualitas masyarakat tetap terjaga.

“Kami ingin menghormati jasa para sesepuh. Tujuan utama ziarah ini adalah untuk mengingatkan kita kepada para leluhur dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita,” jelas Sukambali di sela-sela kegiatan.

Merawat Tradisi dan Menjaga Silaturahmi

Sukambali mencatat bahwa tradisi ziarah ini sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelum ia mengemban amanah sebagai Petinggi Desa. Sebagai pemimpin saat ini, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan dan memperkuat warisan budaya religius tersebut. Menurutnya, ziarah kubur bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bagi yang masih hidup.

“Ziarah kubur adalah amalan mulia untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan kepastian datangnya kematian,” tambahnya dengan nada bijak.

Ada momen menarik dalam prosesi kali ini, di mana anak bungsu Sukambali, Bagus Nurul Ibad, turut serta mengikuti seluruh rangkaian ziarah. Kehadiran generasi muda ini diharapkan menjadi simbol regenerasi agar tradisi menghargai leluhur di Desa Kecapi tidak luntur tergerus zaman.

Buka Puasa Bersama di Kediaman Petinggi

Setelah seluruh rangkaian ziarah di tujuh makam selesai, kegiatan berlanjut dengan acara buka puasa bersama. Sukambali menjamu seluruh rombongan di kediamannya untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah desa, pengurus jam’iyyah, dan para tokoh masyarakat.

Suasana kebersamaan begitu terasa saat waktu berbuka tiba. Diskusi hangat antar-Ketua RT dan RW mengalir, menciptakan harmoni yang kuat di tingkat akar rumput. Dengan berakhirnya kegiatan ini, Pemdes Kecapi berharap kerukunan warga semakin kokoh dalam menyambut hari kemenangan Idulfitri.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .