Direktur Strategi dan Kebijakan Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komdigi, Aries Kusdaryono, menyebut kualitas data sebagai kunci utama kesuksesan teknologi ini. Menurutnya, sistem AI Layanan Publik hanya akan bekerja sekuat data yang masuk ke dalam sistem. Jika sistem menggunakan data yang tidak valid, maka keputusan yang muncul pun akan berisiko keliru dan merugikan warga secara langsung.

“Dasar dari AI adalah data. Kita harus memastikan data itu berasal dari sumber yang jelas dan dapat kita pertanggungjawabkan,” ujar Aries dalam webinar “KORPRI MENYAPA ASN”, Kamis (16/4/2026).

Aries mengingatkan bahwa kesalahan data digital bukan sekadar deretan angka di layar monitor. Keputusan yang lahir dari data keliru dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat, terutama dalam konteks tata kelola pemerintahan yang krusial.

Filter Ketat untuk AI Layanan Publik

Guna memitigasi risiko tersebut, pemerintah kini membatasi penggunaan teknologi hanya pada data dengan jaminan akurasi tinggi. Komdigi juga tengah mempercepat pembangunan pusat data nasional sebagai infrastruktur pendukung utama agar integrasi data berjalan aman.

Nantinya, pemerintah akan menerapkan klasifikasi data yang ketat dalam sistem digital:

  • Data Terbuka: Publik dapat mengakses informasi ini secara luas melalui sistem AI Layanan Publik.
  • Data Terbatas: Hanya instansi tertentu yang memiliki wewenang untuk mengelola informasi ini.
  • Data Tertutup: Informasi bersifat rahasia dengan proteksi keamanan tingkat tinggi.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .