ID Realita – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) serius mendorong sektor Ternak Kambing Jawa Tengah dan domba sebagai motor pemulih ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi solusi jitu bagi para peternak setelah menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu, peternak juga sempat berjuang melawan wabah Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Agus Wariyanto, menyampaikan hal tersebut di Salatiga. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah kini memiliki populasi kambing mencapai 3.747.610 ekor. Angka fantastis ini menempatkan provinsi Jawa Tengah di peringkat pertama secara nasional.

Kontribusi Besar dalam Ketahanan Pangan Nasional

Agus menjelaskan bahwa produksi daging dan susu dari wilayahnya menjadi penyangga utama protein hewani nasional. Data Disnakkeswan menunjukkan populasi Ternak Kambing Jawa Tengah menyumbang 20,19% dari total populasi nasional. Sementara itu, populasi domba mencapai 2.288.826 ekor atau peringkat kedua setelah Jawa Barat.

“Potensi kambing dan domba di Jateng sangat tinggi untuk menggeliatkan ekonomi warga,” ujar Agus. Dalam lima tahun terakhir, tren produksi daging di Jawa Tengah bahkan mengalami kenaikan sebesar 6,7 persen. Pemerintah terus mengoptimalkan potensi ini sambil memulihkan kondisi ternak sapi dari wabah penyakit.

Dukungan Fasilitas Balai Ternak dan Inseminasi Buatan

Pemprov Jateng mengandalkan Balai Ternak Terpadu di Kendal untuk menghasilkan bibit kambing Peranakan Etawa (PE) berkualitas. Selain itu, Balai Inseminasi Buatan di Ungaran kini telah mampu memproduksi semen beku secara mandiri. Fasilitas modern ini menjadi modal kuat Jateng sebagai penyangga pangan nasional berbasis ternak.

Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menyambut antusias perkembangan positif ini. Ia berencana menjadikan Salatiga sebagai pusat kota gastronomi dengan menyediakan bahan baku susu sendiri. Selama ini, Salatiga masih mengambil pasokan susu dari daerah tetangga seperti Boyolali untuk memenuhi kebutuhan harian.

Inovasi Persilangan Kambing Saanen untuk Produksi Susu

Paguyuban Ternak Kambing Empat Kandang Sekawan Lima Sempurna juga menempuh upaya serupa untuk menyediakan pasokan susu. Humas paguyuban, Agus Wibowo, menjelaskan strategi mereka dalam meningkatkan kualitas anakan. Mereka mengawinkan pejantan Saanen impor dengan kambing lokal untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pola persilangan ini terbukti meningkatkan kuantitas susu dan memperpanjang masa perah kambing secara signifikan. “Kami mengharap produksi susu tetap stabil untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” pungkas Agus Wibowo. Saat ini, kolaborasi empat peternak di Salatiga tersebut mampu menghasilkan hingga 200 liter susu setiap harinya.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .