IDRealita- Polri bergerak cepat menghadapi tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks. Saat ini, kepolisian tengah mempersiapkan pembentukan pasukan siber di setiap Polda di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mewujudkan visi Polri 4.0 dalam menghadapi era digital yang dinamis. Hingga kini, baru ada sembilan Polda yang memiliki direktorat siber secara mandiri.
Kapuslitbang Polri, Brigjen Pol Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta, menegaskan pentingnya pembentukan Direktorat Reskrim Siber di setiap wilayah. Menurutnya, unit baru ini akan meningkatkan respons dan efisiensi dalam menangani kasus kejahatan siber. “Unit ini harus mampu menangani kasus yang semakin merajalela,” ujar Iswyoto, Rabu (21/2/2024).
Pengembangan Kualitas Penyidik Siber
Iswyoto menambahkan bahwa Polri juga fokus melakukan penelitian dan pengembangan internal. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas penyidik siber di lapangan. Selain itu, Polri akan menata ulang struktur organisasi Subdirektorat di tingkat Polda agar lebih solid. Hal ini menjadi kunci utama dalam menghadapi serangan siber yang terus berkembang.
Analis Utama Puslitbang Polri, Kombes Pol Ade Djadja Subagdja, mengungkapkan fakta di lapangan mengenai serangan siber. Saat ini, meningkatnya serangan malware menunjukkan bahwa kapasitas DIT Tipidsiber Bareskrim Polri sudah mencapai titik jenuh atau overload. Oleh karena itu, beban kerja perlu didistribusikan ke tingkat wilayah.
Solusi Menghadapi Kejahatan Virtual
“Pembentukan pasukan siber di setiap Polda menjadi solusi jitu,” ujar Ade Djadja. Langkah ini akan menjawab tantangan kejahatan virtual yang kian rumit dari hari ke hari. Polisi tidak hanya butuh teknologi, tetapi juga organisasi yang ramping dan responsif. Penataan struktur di tingkat Polda diharapkan dapat mempercepat proses hukum bagi korban kejahatan digital. (red)
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
