ID Realita – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membawa kabar baik bagi layanan kesehatan masyarakat. Pasalnya, institusi ini kini menjamin pembiayaan gratis untuk skrining 14 jenis penyakit di Puskesmas melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Langkah ini bertujuan memfasilitasi masyarakat agar lebih proaktif melakukan pencegahan sejak dini. Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, menjelaskan bahwa strategi pencegahan jauh lebih krusial daripada sekadar mengobati.
“Oleh karena itu, upaya pencegahan menuntut kesadaran dan konsistensi masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Syahril, mengutip keterangan resmi Kemenkes, Senin (17/4/2023).
Daftar Penyakit dan Efektivitas Biaya
Lebih lanjut, Syahril menilai bahwa menjaga kesehatan saat masih sehat memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Adapun 14 jenis penyakit yang masuk dalam layanan gratis ini meliputi:
- Diabetes Melitus, Hipertensi, Stroke, dan Jantung.
- Kanker Serviks, Kanker Payudara, Kanker Paru, dan Kanker Usus.
- TBC, Anemia, Hepatitis, Thalassemia, hingga Hipotiroid Kongenital.
Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Sebagai contoh, studi ASEAN Cost in Oncology (ACTION) menemukan bahwa hampir 50 persen pasien kanker mengalami kebangkrutan setelah menjalani pengobatan selama satu tahun.
Tantangan Biaya Mandiri dan Stadium Lanjut
Selain itu, data Bank Dunia menunjukkan beban biaya kesehatan mandiri (Out of Pocket) di Indonesia masih mencapai 34,76 persen. Angka ini tergolong tinggi karena berada di atas rekomendasi WHO yang sebesar 20 persen.
Hal ini membuktikan bahwa tanpa deteksi dini, beban biaya kesehatan yang tidak terencana tetap menjadi tantangan besar. Sayangnya, saat ini baru 33 persen penduduk Indonesia yang rutin melakukan skrining penyakit tidak menular.
“Akibatnya, sebanyak 70 persen pasien kanker di Indonesia baru memulai pengobatan saat sudah memasuki stadium lanjut. Tentu saja, hal ini menurunkan peluang kesembuhan mereka,” tutur Syahril.
Upaya Menghemat Beban Negara
Di sisi lain, optimalisasi skrining di Puskesmas juga dapat menghemat anggaran negara secara signifikan. Data BPJS Kesehatan mencatat beban pembiayaan penyakit tidak menular melonjak tajam dari Rp17,9 triliun pada 2021 menjadi Rp24,1 triliun pada 2022.
Oleh sebab itu, Kemenkes menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan skrining rutin di Puskesmas terdekat. Pada akhirnya, kesadaran akan pencegahan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluran.
