ID Realita – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau langsung kondisi Jembatan Juwana yang telah beroperasi penuh sejak awal April lalu. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) menjelang arus mudik Lebaran 2023.

Ganjar melihat warga sudah mulai memanfaatkan jembatan tersebut dengan intensitas yang sangat tinggi. Ia mengakui bahwa volume kendaraan di titik ini memang luar biasa besar, sehingga perbaikan jembatan sempat memicu kemacetan panjang beberapa waktu lalu.

“Kami mengecek Jembatan Juwana dan hasilnya sudah jadi. Warga bahkan sudah memanfaatkannya. Kita bisa melihat sendiri kepadatan penumpang saat ini. Mengingat tingginya traffic di sini, wajar jika kemarin muncul kemacetan luar biasa,” ujar Ganjar usai peninjauan, Jumat (14/4/2023).

Persiapan Jalur Mudik Lebaran

Menurut Ganjar, kepadatan arus di jalur Juwana-Rembang menjadi catatan penting bagi kesiapan mudik tahun ini. Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan berarti bagi para pemudik yang akan melintasi wilayah Kabupaten Pati.

“Sekarang kami memeriksa area ini untuk memastikan kelancaran selama Lebaran nanti. Arus di sini pasti lancar. Setelah ini, saya akan mengecek kondisi jalan di wilayah Batangan. Harapan kami, semua pengerjaan selesai agar lalu lintas benar-benar tanpa hambatan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, jembatan hasil garapan Kementerian PUPR ini kini melayani dua lajur kendaraan. Ganjar menilai keberadaan jembatan baru ini menjadi solusi konkret atas kemacetan parah yang sempat melumpuhkan jalur Pantura Timur.

Sejarah dan Proses Pembangunan

Jembatan Juwana memiliki sejarah pengerjaan yang cukup panjang. Sebelumnya, kebakaran hebat menimpa sisi utara jembatan pada Mei 2022. Insiden tersebut menyebabkan konstruksi jembatan yang berusia lebih dari 50 tahun itu melengkung, sehingga pihak berwenang terpaksa menutup total akses jalan.

Pemerintah sempat merencanakan pembangunan ulang pada Juni 2022. Namun, keterbatasan jalur alternatif memaksa tim teknis menunda pengerjaan hingga Juli 2022. Selama masa pembangunan, Ganjar beberapa kali memantau langsung progres di lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.

Kini, jembatan tersebut telah melalui tahap finishing pada sisi kanan dan kiri. Meskipun mengoperasikan dua lajur, petugas tetap memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai penumpukan kendaraan dari arah yang berlawanan.

“Pola dua lajur satu arah ini akan membuat arus kendaraan berputar lebih tertib. Insyaallah, perjalanan masyarakat akan jauh lebih lancar dan nyaman saat mudik nanti,” pungkas Ganjar.