ID Realita – Satpolairud Polresta Pati bergerak cepat membantu evakuasi jenazah seorang awak kapal KM Jala Mina Hidayah. Korban merupakan warga asal Purworejo, Jawa Tengah, yang sedang menempuh pelayaran. Petugas mengevakuasi jenazah menggunakan perahu karet (rubber boat) milik Satpolairud Polresta Pati guna mempercepat proses pemindahan ke daratan.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, memberikan keterangan melalui Kasat Polairud, Kompol Hendrik Irawan. Berdasarkan laporan, peristiwa bermula pada Kamis, 21 Maret 2024, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, seorang kru wanita bernama Mina Hidayah tiba-tiba merasakan nyeri hebat di ulu hati dan mengalami sesak nafas.
Kondisi tersebut terjadi saat kapal sedang dalam perjalanan kembali menuju Pelabuhan Perikanan Juwana. Melihat situasi tersebut, nakhoda segera mengambil tindakan darurat.
“Kondisi korban semakin memburuk saat pelayaran berlangsung. Seketika itu, nakhoda berusaha mengarahkan kapal menuju pelabuhan terdekat. Namun sayangnya, korban meninggal dunia dalam perjalanan,” ungkap Kompol Hendrik.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Medis
Setelah menerima laporan, Satpolairud Polresta Pati segera menyusun rencana penjemputan. KM Jala Mina Hidayah akhirnya tiba di muara Juwana pada Rabu (27/3/2024) sekitar pukul 04.00 WIB. Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah menggunakan rubber boat menuju dermaga terdekat.
Langkah ini bertujuan untuk segera melakukan pemeriksaan Visum Et Repertum dan identifikasi secara mendalam. Dalam hal ini, Satpolairud bekerja sama dengan Tim Medis Puskesmas Juwana serta Tim Inafis Satreskrim Polresta Pati. Sinergi antarlembaga ini memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Hasil Pemeriksaan dan Penyerahan Jenazah
Tim Inafis dan tim medis kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fisik jenazah. Berdasarkan hasil identifikasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh karena itu, dugaan sementara penyebab kematian murni karena kondisi kesehatan atau sakit yang diderita saat pelayaran.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan fisik bersama tim medis. Hasilnya menunjukkan tidak ada bekas kekerasan. Sebagai tindak lanjut, kami langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tandas Hendrik.
Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pelaut untuk selalu memantau kondisi kesehatan sebelum berangkat melaut. Polresta Pati juga mengimbau setiap nakhoda agar segera melaporkan kondisi darurat melalui radio atau kontak Satpolairud guna meminimalkan risiko keterlambatan penanganan di tengah laut.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
