ID Realita – Pemerintah Kabupaten Pati menjadwalkan prosesi Kirab Pusaka Juwana pada Minggu (5/3/2023). Acara ini bertujuan untuk memperingati Haul Bupati Juwana ke-I hingga ke-XIII. Selain itu, panitia melibatkan berbagai tokoh daerah dan budayawan dari Pemerintah Kabupaten Pati agar ritual Kirab Pusaka Juwana berjalan khidmat sesuai tradisi lokal yang telah turun-temurun.
Kegiatan rutin tahunan ini merupakan bentuk penghormatan bagi para leluhur yang telah berjasa membangun fondasi pemerintahan di wilayah pesisir. Oleh sebab itu, Pj Bupati Pati rencana menghadiri langsung agenda tersebut bersama para keturunan atau putu wayah bupati terdahulu. Sementara itu, para Abdi Dalem Keraton Surakarta juga akan mengawal jalannya upacara tahun ini guna memperkuat nuansa kultural yang ditetapkan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Rute dan Jadwal Perjalanan Benda Pusaka Leluhur
Panitia telah menyusun rute perjalanan agar masyarakat dapat menonton dengan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas utama. Rencananya, iring-iringan Kirab Pusaka Juwana mulai bergerak tepat pada pukul 14.00 WIB dari Pendopo Kecamatan Juwana.
Selanjutnya, peserta akan membawa peninggalan bersejarah tersebut mengelilingi Alun-alun Juwana sebagai titik awal prosesi simbolis.
Iring-iringan kemudian melewati Balai Desa Kauman dan Terminal Juwana. Akhirnya, perjalanan Kirab Pusaka Juwana ini akan berakhir di kompleks Astana Jatisari yang menjadi lokasi makam para bupati terdahulu.
Meskipun wilayah ini sempat terdampak cuaca ekstrem, semangat warga tidak surut, sebagaimana terlihat saat warga tetap menggelar kirab meski banjir pada pelaksanaan sebelumnya.
Misi Menguri-uri Tradisi Jawa Melalui Kirab Pusaka Juwana
Ketua Umum Haul ke-23, Suriyanto, menegaskan misi besar di balik penyelenggaraan acara ini. Ia ingin menjaga nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Pasalnya, identitas daerah yang tercermin dalam Kirab Pusaka Juwana tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman yang semakin pesat.
Selain itu, Suriyanto menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah nyata untuk menguri-uri budaya Jawa bagi generasi muda. “Oleh sebab itu, kita punya tanggung jawab bersama menjaga warisan sejarah ini agar tetap lestari,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa nilai luhur ini harus tetap hidup bagi generasi mendatang di Kabupaten Pati sebagai pedoman moral dan jati diri bangsa.
Melalui perhelatan ini, masyarakat dapat mengenal kembali sejarah panjang wilayahnya sebagai pusat peradaban penting.
Selain mempererat silaturahmi, pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung promosi wisata daerah secara berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan visi Pesona Indonesia dalam menjaga kearifan lokal melalui agenda tahunan yang terorganisasi secara profesional.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .





