‎ID Realita – Proyek jalan aspal di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, kini kondisinya memprihatinkan. Padahal, kontraktor baru saja menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.

Temuan Kerusakan di Lapangan

Pantauan tim ID Realita di lokasi pada Selasa (20/1/2026) menunjukkan kerusakan yang cukup parah. Papan proyek mencatat anggaran pembangunan jalan aspal ini mencapai Rp200 juta. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025.

Berdasarkan papan kegiatan, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ngurensiti bertindak sebagai pelaksana proyek. Saat ini, aspal di beberapa titik mulai mengikis dan pecah. Butiran kerikil tampak berhamburan di atas permukaan jalan yang menuju ke arah makam desa tersebut.

Kesaksian Warga Sekitar

Warga yang melintas mengeluhkan kualitas aspal yang rendah. Mereka menyebut pembangunan jalan ini baru saja tuntas pada Desember 2025. Warga juga membantah jika banjir menjadi penyebab utama kerusakan jalan tersebut.

“Kemarin Desa Ngurensiti memang banjir, tetapi air tidak menyentuh jalan aspal ini,” tegas salah satu warga saat melintas di lokasi.

Penjelasan Kepala Desa

Kepala Desa Ngurensiti, Indra, memberikan keterangan berbeda saat tim hubungi melalui sambungan telepon. Ia mengklaim bahwa bencana alam dan beban kendaraan menjadi pemicu kerusakan.

“Jalan desa itu kena banjir dan sering truk tebu lalui, makanya aspal cepat rusak,” jelas Indra, Selasa (20/1/2026). Ia juga menambahkan bahwa pihak Dispermades Pati sudah melakukan monitoring terhadap bangunan aspal tersebut.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .