ID Realita – Presiden Joko Widodo memberikan keleluasaan bagi seluruh jajaran pemerintah untuk menikmati momen Lebaran 1444 Hijriah secara privat. Kepala Negara mempersilakan para pejabat negara berkumpul bersama keluarga, teman, dan tetangga tanpa beban tugas protokoler. Oleh karena itu, Presiden memutuskan tidak menggelar open house atau gelar griya pada Hari Raya Idulfitri tahun 2023.

Presiden menyampaikan kebijakan tersebut saat menjawab pertanyaan jurnalis di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Momen ini bertepatan dengan agenda peresmian hunian milenial di Samesta Mahata Margonda.

“Kita sudah tiga tahun tidak buka puasa bersama dan tidak mengadakan open house. Sekarang, saya memberikan keleluasaan bagi semuanya agar bisa berjumpa dengan keluarga serta sahabat-sahabatnya,” ujar Presiden sebagaimana informasi dari laman resmi Sekretariat Negara, Jumat (14/4/2023).

Lebaran Pertama Tanpa PPKM

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memberikan penjelasan tambahan. Ia menegaskan bahwa Lebaran 2023 merupakan momen istimewa karena pemerintah telah mencabut status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dengan demikian, ini adalah Idulfitri pertama bagi masyarakat untuk merayakan hari kemenangan tanpa batasan mobilitas yang ketat setelah tiga tahun pandemi.

“Sebagaimana pernyataan beliau saat doorstop, Bapak Presiden ingin seluruh jajaran pemerintah fokus bersilaturahmi dengan keluarga masing-masing. Alasan inilah yang membuat Bapak Presiden tidak mengadakan open house tahun ini,” jelas Bey.

Pembatasan Perangkat Kepresidenan

Lebih jauh, Bey menyebut bahwa Presiden Jokowi bahkan meminta pengurangan jumlah perangkat kepresidenan selama masa cuti Lebaran. Biasanya, sejumlah besar staf protokoler selalu melekat dalam setiap kegiatan Kepala Negara. Namun, untuk kali ini, Presiden menginginkan pengawalan dan pendampingan yang sangat terbatas.

Langkah ini bertujuan agar para staf dan perangkat kepresidenan juga memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati waktu libur bersama keluarga mereka. Presiden ingin memberikan contoh mengenai pentingnya keseimbangan antara tugas negara dan hubungan kekeluargaan.

Pada akhirnya, kebijakan ini menunjukkan sikap empati Kepala Negara terhadap jajarannya yang telah bekerja keras selama masa pandemi. Dengan meniadakan agenda formal di istana, Presiden berharap suasana Lebaran tahun ini terasa lebih hangat dan khidmat bagi seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat luas.