ID Realita – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa keikutsertaan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 tidak akan mengubah posisi politik luar negeri Indonesia. Beliau menjamin bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tetap konsisten dan kuat. Pernyataan ini muncul melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Selasa (28/03/2023).

Memisahkan Olahraga dari Urusan Politik

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya memisahkan urusan olahraga dengan agenda politik dunia. Pemerintah Indonesia pun sependapat dengan Duta Besar Palestina, Zuhair Al-Shun, bahwa setiap anggota harus menaati aturan FIFA. Oleh karena itu, Indonesia tetap menghormati prosedur organisasi sepak bola internasional tersebut sebagai tuan rumah yang profesional.

Selanjutnya, Kepala Negara memastikan bahwa Indonesia terus memperjuangkan solusi dua negara (two-state solution). Sikap ini selaras dengan amanat pembukaan UUD 1945 yang secara tegas menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia. Dengan demikian, Indonesia selalu menyuarakan dukungan kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional, baik secara bilateral maupun multilateral.

Proses Panjang Menjadi Tuan Rumah

Perlu diketahui, penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara melalui proses seleksi yang sangat panjang dan kompetitif. Indonesia berhasil mengungguli kandidat kuat lainnya seperti Brasil dan Peru dalam proses bidding. Akhirnya, FIFA resmi menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah pada Oktober 2019 silam setelah melihat kesiapan infrastruktur kita.

Presiden menjelaskan bahwa saat penunjukan terjadi, pemerintah belum mengetahui daftar negara peserta secara pasti. Hal ini terjadi karena seluruh tim masih harus melewati tahap prakualifikasi yang ketat di masing-masing konfederasi. Sementara itu, kepastian lolosnya Timnas Israel sendiri baru muncul pada Juli 2022 setelah mereka tampil apik di kualifikasi zona Eropa.

Misi Khusus PSSI Mencari Solusi Terbaik

Merespons dinamika yang ada, Presiden telah mengutus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk bertemu langsung dengan pihak FIFA di Zurich. Langkah diplomasi ini bertujuan untuk mencari jalan keluar terbaik atas penolakan yang muncul di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah bersama PSSI terus berupaya menjaga kepercayaan internasional tanpa mencederai prinsip dasar negara.

Presiden berharap perhelatan besar ini tetap memberikan kehormatan bagi bangsa Indonesia di mata dunia. Kepercayaan internasional untuk menyelenggarakan event olahraga terbesar kedua milik FIFA ini merupakan momen langka. Oleh karena itu, suksesnya penyelenggaraan ini akan menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang mampu menjunjung tinggi sportivitas serta perdamaian dunia.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .