ID Realita – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang terparah di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2026).

Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir rusak parah akibat derasnya arus banjir, ditambah material kayu yang hanyut memperparah kerusakan. Pohon-pohon tercabut dengan akar masih segar, menandakan kuatnya arus air. Wagub menyoroti bahwa sisa material kebakaran besar 2017 kemungkinan turut terbawa arus.

“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” ujar Gus Yasin. Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lanjutan, meski cuaca mendung dan gelap membatasi pemantauan drone maupun lapangan.

Gus Yasin menekankan pentingnya penguatan kawasan hutan lindung. Ia mendorong lima kabupaten di sekitar hulu Gunung Slamet untuk bersatu mengajukan pengelolaan hutan yang lebih kuat.

Banjir dipicu hujan ekstrem sejak 13 Januari 2026 malam, menyebabkan Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung meluap. Dampaknya dirasakan di Kecamatan Pulosari dan Moga, dengan 252 kepala keluarga (911 jiwa) terdampak. Pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian: Kantor Kecamatan Pulosari (148 jiwa), Gedung PC NU (381 jiwa), dan SDN 02 Penakir (30 jiwa).

Satu korban meninggal dilaporkan di Desa Penakir, dua warga Desa Bongas masih dalam pencarian, dan tujuh warga Desa Sima mengalami luka-luka. Banjir juga merusak jembatan Walim, jembatan Beser, jembatan Dusun Batursari, serta jembatan Sungai Reas dan jaringan perpipaan Desa Jurangmangu. Di sektor perumahan, 8 rumah hanyut, 18 rusak berat, dan 24 rusak sedang.

Sebagai respons, Pemkab Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 hari (24 Januari–6 Februari 2026). Evakuasi, posko logistik, dapur umum, layanan kesehatan keliling, dan perbaikan infrastruktur sedang dilakukan.

Dalam kunjungan, Wagub menyalurkan bantuan senilai Rp217,6 juta, termasuk beras 1 ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, dan kids ware, untuk meringankan beban warga terdampak.