ID Realita – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyelamatkan nasib para petani di Kabupaten Grobogan. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah kini menyiapkan langkah pendampingan bagi petani yang menghadapi ancaman gagal panen atau puso akibat banjir. Para petani akan segera mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna menambal kerugian mereka.

Data sementara Distanak Jawa Tengah mencatat cuaca ekstrem pada Senin, 16 Februari 2026, telah merendam 1.842 hektare lahan pertanian di Grobogan. Tim ahli akan memverifikasi data tersebut lebih lanjut di lapangan guna memastikan tingkat kerusakan tanaman.

Petugas POPT Sisir Lahan Terdampak

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengerahkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi tanaman sebelum laporan masuk ke pihak asuransi.

“Petugas POPT akan mengecek langsung di lapangan. Kondisi terendam memang menyulitkan pendeteksian dini,” ujar Fransisco saat mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, meninjau lokasi banjir pada Selasa, 17 Februari 2026.

Fransisco menjelaskan bahwa petugas akan meneruskan laporan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) jika pengecekan menunjukkan hasil gagal panen. “Petugas bersama rekan-rekan lapangan segera melaporkan kondisi itu ke Jasindo sebagai penanggung jawab asuransi,” tambahnya.

Mekanisme Pelaporan Cepat:

  • Petani: Segera memotret kondisi lahan saat kejadian banjir.
  • Petani: Melapor secara instan melalui SMS atau WhatsApp.
  • Petugas: Turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran laporan.
  • Waktu: Petani harus menyelesaikan seluruh proses laporan dalam satu pekan.

Mengejar Target Asuransi dan Swasembada

Fransisco mengakui bahwa belum semua petani mendaftarkan lahan mereka dalam program AUTP. Celah perlindungan ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

“Kami terus mendorong masyarakat di daerah rawan bencana untuk mendaftarkan diri. Tanpa asuransi, skema perlindungan ini tidak akan menjangkau mereka,” tegas Fransisco.

Meski banjir menerjang, Pemprov Jateng tetap menjaga optimisme untuk mencapai swasembada pangan. Kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi pada 2026 memang menitikberatkan pada penguatan sektor pangan.

Catatan Produksi Padi Jawa Tengah:

  1. Peringkat Nasional: Jawa Tengah menempati posisi ketiga penyumbang padi terbesar pada 2025.
  2. Total Produksi: Petani menghasilkan sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling tahun lalu.
  3. Resiliensi: Meskipun luas lahan gagal panen mencapai 35 ribu hektare pada tahun lalu, Jawa Tengah tetap menjaga stabilitas produksi secara keseluruhan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yakin pendampingan klaim asuransi ini akan menjaga semangat petani dan mengamankan target produksi padi pada 2026.