ID Realita – Tiga bandara besar di Indonesia siap menerapkan layanan Makkah Route bagi jemaah haji 1445 H/2024 M. Selain Bandara Soekarno-Hatta, layanan fast track ini juga hadir di Bandara Juanda Surabaya dan Adi Sumarmo Solo.
Sekitar 120 ribu jemaah haji Indonesia akan menikmati fasilitas percepatan imigrasi ini. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief menyampaikan hal tersebut usai rapat dengan delegasi Arab Saudi. Hasil kunjungan delegasi menunjukkan kesiapan positif dari ketiga bandara tersebut.
Uji Coba untuk Jemaah Haji Khusus
Hilman Latief menjelaskan bahwa persiapan layanan terus berjalan secara detail. Pihaknya menjalin koordinasi intensif dengan berbagai mitra, terutama di Surabaya dan Solo. Mengingat, kedua bandara tersebut baru pertama kali menggunakan sistem Makkah Route.
Tahun ini, pemerintah juga akan menguji coba layanan tersebut bagi jemaah haji khusus. Kementerian Haji Arab Saudi mendorong perluasan layanan ini agar mencakup lebih banyak jemaah. Oleh karena itu, beberapa kloter haji khusus berkesempatan mencicipi jalur cepat imigrasi.
Apresiasi dari Kementerian Haji Arab Saudi
Wakil Menteri Haji Arab Saudi, Muhammad Abdulrahman M. Al Bejawi mengapresiasi persiapan Indonesia. Beliau mencatat kesuksesan program ini di Bandara Soetta selama lima tahun terakhir. Namun demikian, terdapat beberapa catatan kecil sebelum izin resmi terbit sepenuhnya.
Pemerintah Arab Saudi meminta Indonesia segera memenuhi catatan teknis hasil diskusi. Kesuksesan program ini merupakan buah kerja sama erat antara kedua negara. Indonesia selalu menyediakan kebutuhan teknis yang diperlukan oleh pihak Arab Saudi.
Keuntungan Jalur Fast Track Bagi Jemaah
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab menyebut Indonesia sebagai pengguna fast track terbanyak. Hampir 50 persen jemaah haji reguler akan menikmati kemudahan ini. Maka dari itu, proses keberangkatan akan jauh lebih efisien dari tahun sebelumnya.
Jemaah memperoleh keuntungan besar dengan adanya jalur khusus ini. Proses imigrasi sudah tuntas di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu antre lagi saat tiba di Jeddah atau Madinah. Setelah itu, jemaah bisa langsung naik bus menuju hotel untuk beristirahat.
Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .
