ID Realita – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan penumpang yang signifikan di hampir semua moda angkutan umum pada H-7 Lebaran 2023. Petugas memantau pergerakan ini secara saksama melalui Posko Angkutan Lebaran Terpadu yang berpusat di Kantor Kemenhub, Jakarta, Sabtu (15/4/2023).
Melalui fasilitas posko tersebut, Kemenhub memonitor situasi secara real-time di 111 terminal, 110 pelabuhan laut, 51 bandara, dan 42 gerbang tol. Hingga H-7 kemarin, total penumpang angkutan umum mencapai 586.270 orang. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,79% jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Angkutan Udara dan Kereta Api Jadi Favorit
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengungkapkan bahwa angkutan udara saat ini mendominasi pergerakan pemudik. Banyak warga memilih jalur udara karena faktor efisiensi waktu perjalanan menuju kampung halaman.
“Penumpang pesawat mencapai 231.952 orang, atau menyumbang sekitar 39,56% dari total seluruh moda angkutan umum,” kata Adita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/4/2023).
Selain pesawat, angkutan kereta api mencatatkan persentase kenaikan tertinggi dibanding moda lainnya. Berikut adalah rincian jumlah penumpang berdasarkan data sementara pada H-7:
- Pesawat: 231.952 orang (Naik 32,98% dibanding tahun lalu).
- Kereta Api: 137.732 orang (Naik pesat 47,09%).
- Kapal Penyeberangan: 93.183 orang (Turun 42,34%).
- Kapal Laut: 67.765 orang (Naik 16,45%).
- Bus/Angkutan Jalan: 55.638 orang (Turun 50,00%).
Arus Kendaraan Keluar Jabodetabek
Sementara itu, pergerakan kendaraan pribadi juga mulai menunjukkan geliat. Tercatat sebanyak 147.503 mobil pribadi telah meninggalkan wilayah Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.714 kendaraan melintasi jalur tol melalui empat gerbang utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama. Sisanya, sebanyak 54.789 kendaraan, memilih menggunakan jalan arteri.
Menariknya, meskipun volume di jalur arteri naik 51,90%, arus kendaraan di jalan tol justru menurun 29,52% jika merujuk pada hari normal. Karena kondisi jalan tol yang belum mencapai titik maksimal, Kemenhub menyarankan masyarakat untuk berangkat lebih awal. Langkah ini bertujuan untuk memecah penumpukan kendaraan pada hari-hari terakhir menjelang Idulfitri.
“Kami menganjurkan warga mudik sebelum 18 April untuk menghindari kepadatan puncak. Kami memprediksi kemacetan hebat baru akan terjadi mulai 18 hingga 21 April 2023,” tambah Adita.
Keselamatan Pemudik Motor
Di sisi lain, Kemenhub menaruh perhatian serius pada pergerakan sepeda motor yang melonjak tajam sebesar 48,78% atau mencapai 173.938 kendaraan. Adita mengingatkan bahwa melakukan perjalanan jauh dengan roda dua memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri mudik jarak jauh dengan motor demi keselamatan keluarga. Alangkah baiknya jika pemudik beralih ke angkutan umum yang lebih aman atau memanfaatkan berbagai program mudik gratis yang disediakan pemerintah,” tegasnya.
Dengan strategi mudik lebih awal dan pemilihan moda transportasi yang tepat, Kemenhub berharap perjalanan masyarakat tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkesan.
