ID Realita – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat meminta jemaah haji Indonesia agar memperhatikan aturan ketat selama berada di Tanah Suci. Terutama, jemaah harus mewaspadai kawasan larangan merokok di wilayah Markaziyah yang menjadi lokasi pemondokan serta seluruh area Masjid Nabawi, Madinah.
Sanksi Denda dan Kenyamanan Ibadah
Juru Bicara PPIH Pusat, Akhmad Fauzin, menegaskan bahwa otoritas Arab Saudi tidak akan segan menindak para pelanggar aturan tersebut. Oleh karena itu, petugas berwenang bakal menjatuhkan denda sebesar 200 Saudi Riyal (SAR) bagi siapa pun yang nekat merokok di kawasan pemondokan atau Masjid Nabawi. Selain itu, larangan ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan seluruh jemaah yang sedang khusyuk beribadah.
“Kami sangat berharap jemaah mematuhi aturan ini karena nilai dendanya cukup besar dan aktivitas merokok dapat mengganggu jemaah lainnya,” ujar Fauzin dalam keterangan tertulis pada Senin, 29 Mei 2023. Maka dari itu, disiplin diri menjadi kunci agar jemaah tidak mengalami kendala hukum selama menjalankan rukun Islam kelima.
Imbauan Keselamatan dan Kesehatan
Di sisi lain, Fauzin mengingatkan jemaah agar selalu meminta bantuan petugas jika menemui kesulitan di lapangan. Sebab, petugas PPIH bersiaga sepenuhnya mulai dari embarkasi, di dalam pesawat, hingga di Tanah Suci. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap saling tolong-menolong antarjemaah demi kelancaran ibadah bersama.
“Jemaah wajib mengenakan identitas pengenal setiap saat, terutama gelang jemaah. Jangan pernah menukar gelang tersebut dengan jemaah lainnya,” tegas Fauzin. Selain itu, ia juga membagikan tips kesehatan penting agar jemaah selalu memakai alas kaki dan kaus kaki saat berada di luar hotel. Langkah ini sangat krusial guna menghindari risiko kaki melepuh akibat cuaca panas yang ekstrem di Madinah.
Data Kedatangan dan Kabar Duka
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga pukul 11.00 WIB, sebanyak 33.171 jemaah sudah terbang menuju Arab Saudi. Sementara itu, tercatat 30.542 jemaah atau 80 kelompok terbang (kloter) telah tiba dengan selamat di Kota Madinah. Namun demikian, terdapat kabar duka mengenai bertambahnya jumlah jemaah yang meninggal dunia.
Hingga hari ini, total jemaah yang wafat mencapai empat orang setelah dua jemaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) mengembuskan napas terakhirnya. Sesuai ketentuan, pemerintah melalui PPIH akan membadalhajikan jemaah yang wafat tersebut. Akhirnya, mengenai kondisi kesehatan, tercatat sebanyak 84 jemaah tengah menjalani perawatan medis. Sebanyak 63 orang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, sedangkan 21 orang lainnya berada di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah.
