ID Realita – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menunjukkan taringnya dalam rangkaian sidang maraton yang berlangsung pada 5 hingga 12 Februari 2026. Otoritas disiplin tersebut merilis daftar Denda Komdis PSSI yang menyasar sejumlah klub dengan nilai akumulatif mencapai ratusan juta rupiah. Langkah tegas ini menjadi bentuk nyata penegakan aturan terhadap kelalaian administrasi hingga perilaku buruk suporter di stadion.

Persis Solo U-20 mencatatkan angka dalam daftar Denda Komdis PSSI tertinggi pada periode sidang kali ini. PSSI mewajibkan klub asal Jawa Tengah tersebut membayar dana sebesar Rp 125 juta. Selain kewajiban finansial, mereka juga harus menggelar satu pertandingan kandang tanpa penonton. Keputusan berat ini muncul setelah Komdis menemukan bukti kuat mengenai tindakan rasisme oknum suporter saat laga Elite Pro Academy berlangsung.

Kelalaian Waktu dan Flare

Di panggung BRI Super League, Persita Tangerang menanggung beban Denda Komdis PSSI yang cukup mahal akibat masalah disiplin waktu. Tim berjuluk “Pendekar Cisadane” itu wajib menyetor dana sebesar Rp 100 juta. Pelanggaran mereka bermula saat para pemain terlambat memasuki lapangan pada babak kedua dalam laga melawan Semen Padang. Keterlambatan selama 124 detik tersebut mengganggu jadwal siaran langsung dan ritme pertandingan.

Masalah klasik penyalaan suar (flare) juga kembali memicu munculnya Denda Komdis PSSI bagi manajemen Bali United FC. Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu menerima sanksi sebesar Rp 60 juta menyusul adanya dua titik api di tribun penonton. Dalam regulasi resmi, setiap laporan pelanggaran atribut api ini akan membuahkan denda yang bersifat progresif jika terus berulang.

Rincian Sebaran Denda Komdis PSSI

Nama Klub / IndividuJenis PelanggaranTotal Denda (Rp)
Persis Solo U-20Tindakan Rasisme Suporter125.000.000
Persita TangerangTerlambat Kick-off Babak II100.000.000
Bali United FCPenyalaan Flare (2 unit)60.000.000
Malut United FCAkumulasi 5 Kartu Kuning50.000.000
Ashgar Saleh (Ofisial)Kritik Berlebih di Medsos30.000.000

“Kami mengutamakan efek jera melalui kebijakan Denda Komdis PSSI ini. Keterlambatan masuk lapangan atau rasisme bukan hal sepele dalam sepak bola profesional,” tegas perwakilan PSSI melalui keterangan tertulisnya.

Keputusan sanksi juga menyasar individu di jajaran manajemen. Asisten manajer Malut United, Ashgar Saleh, menerima Denda Komdis PSSI sebesar Rp 30 juta. Komdis menilai unggahan Ashgar di media sosial telah menghina integritas perangkat pertandingan. Selain denda uang, ia juga dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola selama tiga bulan. Melalui rentetan hukuman ini, PSSI berharap seluruh elemen klub meningkatkan kedisiplinan demi kualitas kompetisi yang lebih baik.