ID RealitaBadan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi informasi keliru yang menghubungkan kasus keracunan massal di Desa Trirejo, Kabupaten Purworejo, dengan Program Makan Bergizi (MBG). BGN memastikan bahwa puluhan warga mengalami gejala medis setelah menyantap makanan dari acara kenduri warga, bukan dari program pemerintah.

Kepala Regional SPPI Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan hal tersebut pada Selasa (17/2/2026). Ia menyebutkan bahwa warga menyelenggarakan acara Ruwahan secara mandiri pada Minggu (15/2/2026) dengan memesan jasa katering luar.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, warga mengonsumsi nasi kotak kiriman RM H. Dargo Purworejo. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, dan telur puyuh.

Satu hari pasca-acara, sejumlah warga mulai merasakan mual, muntah, diare, dan pusing. Tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo segera menangani para korban di fasilitas kesehatan setempat. Saat ini, kondisi sebagian besar warga telah membaik setelah menjalani pemeriksaan medis.

Reza Mahendra menampik kabar yang menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN sebagai sumber makanan tersebut.

“Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Masyarakat memesan konsumsi tersebut secara mandiri dari katering untuk acara kenduri,” ujar Reza.

Reza juga meminta masyarakat agar tidak memercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia mendukung penuh langkah Dinas Kesehatan yang tengah menginvestigasi penyebab keracunan tersebut secara ilmiah dan transparan.

BGN mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap tenang dan tidak kehilangan kepercayaan terhadap program gizi pemerintah.

Melalui klarifikasi ini, BGN berharap fakta yang sebenarnya dapat meluruskan pemberitaan yang sempat menyimpang di ruang publik.