ID Realita – Saat waktu Salat Isya tiba, suara azan menggema dan warga mulai melangkah menuju Masjid Darussalam di Dusun Legok, Desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Masjid ini, yang juga akrab dengan sebutan Masjid Saka Tunggal, memiliki ciri khas unik berupa satu tiang utama yang tetap menopang bangunan dengan kokoh hingga saat ini.

Makna Filosofis di Balik Arsitektur

Ketua Takmir Masjid Darussalam, Basirun, menjelaskan bahwa pendiri masjid sengaja merancang bangunan ini dengan satu tiang atau saka tunggal. Rancangan tersebut membawa pesan agar umat Islam hanya bergantung kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. Menurut Basirun, penyangga utama ini menjadi simbol nyata untuk mentauhidkan Allah SWT.

Keunikan ini membedakan Darussalam dari masjid pada umumnya yang memiliki banyak tiang. Selain itu, delapan sisi pada bangunan masjid mengandung maksud agar masyarakat merasakan tauhid kepada Allah SWT tidak hanya saat berada di dalam masjid, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di luar masjid.

Jejak Sejarah dan Prasasti

Masjid ini memiliki usia yang sangat tua. Sebuah prasasti di atas pintu utama yang menggunakan tulisan Jawa Pegon menunjukkan bahwa masjid ini telah berdiri selama 111 tahun.

Data pada Maret 2024 menunjukkan terjemahan prasasti tersebut pada papan dinding ruang utama:

“Wasurya 1846, pangadege masjid 16-11-13 Legok, Kranggan, Ajibarang Hijriah 1334 yasa dalem Kanjeng Bendara Hadi Mas Tumenggung Arya Cakra ingkang jumeneng Adipati ing Nagari Purwakerta Banyumas, Penghulu Hakim Muhammad Hadireja Purwakerta.”

Basirun menegaskan bahwa pembangunan masjid berlangsung pada tahun 1913 Masehi. Selama satu abad lebih, pengelola telah merenovasi bangunan beberapa kali, terutama pada bagian tembok dan atap. Meskipun Basirun tidak mengingat jadwal pastinya, ia memastikan renovasi tersebut sudah berlangsung sejak lama untuk menjaga keamanan jemaah, terutama saat hujan besar.

Upaya Pelestarian dan Kegiatan Sosial

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pernah memperbaiki masjid ini menggunakan dana hibah Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2011. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan bangunan ini sebagai benda cagar budaya melalui Surat Keputusan Bupati pada pertengahan Februari 2018. Status ini mewajibkan semua pihak untuk terus melestarikan bangunan tersebut.

Kini, Masjid Darussalam tidak hanya memfasilitasi salat berjemaah. Masjid ini aktif menggerakkan kegiatan sosial seperti:

Kajian rutin Senin sore dan Ahad pagi melalui siaran streaming.

Donor darah.

Santunan untuk fakir miskin.

Buka puasa bersama gratis selama Ramadan.

Buka puasa sunah rutin setiap Senin dan Kamis.

Dapatkan fakta pertama dan update berita harian langsung di ponsel Anda melalui Saluran Resmi ID Realita Sekarang .