ID Realita – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pati kini memicu sorotan tajam masyarakat. Sebab, fenomena Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak mulai terlihat meskipun pihak pelaksana baru saja merampungkan proyek tersebut. Padahal, kerusakan muncul secara kasatmata di sejumlah titik lokasi yang seharusnya masih dalam kondisi prima.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan pada Jumat (27/2/2026), kondisi fisik jalan di RW 001 tampak sangat drastis. Sebagai contoh, lapisan aspal di beberapa ruas hancur dan terkelupas. Selain itu, material tersebut tampak tidak tercampur rata. Akibatnya, kerikil lepas (kris) bermunculan dan membuat permukaan jalan menjadi kasar serta berdebu.
Rincian Anggaran di Balik Temuan Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak
Terkait pendanaan, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Sarpras Pedesaan APBD Kabupaten Pati 2025 untuk proyek ini. Secara keseluruhan, total anggaran mencapai Rp200 juta. Secara teknis, pembangunan yang kini menyebabkan Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak ini mencakup tiga segmen pengerjaan:
- Segmen 1: Panjang 50 m, lebar 4 m.
- Segmen 2: Panjang 73 m, lebar 3 m.
- Segmen 3: Panjang 178 m, lebar 4 m.
- Ketebalan: Target rata-rata mencapai 0,08 meter.
Kesaksian Warga Mengenai Buruknya Kualitas Aspal
Namun demikian, daya tahan jalan ini meleset jauh dari ekspektasi masyarakat. Meskipun menyerap anggaran tahun 2025, masalah Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak muncul sangat cepat. Bahkan, seorang warga menyebut pihak pelaksana baru saja menyelesaikan pengerjaan sebulan yang lalu.
“Pekerja baru menyelesaikan jalan ini sekitar satu bulan lalu. Namun, aspalnya sudah pecah-pecah sekarang,” ungkap warga yang enggan menyebut namanya itu, Jumat.
Oleh karena itu, campuran aspal yang tidak menyatu memicu tanda tanya terkait kualitas pengawasan. Jika tidak segera mendapat perbaikan, dampak Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak sepanjang 301 meter ini akan meluas. Terlebih lagi jika curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah tersebut.
Langkah Evaluasi Atas Kerusakan Infrastruktur
Hingga kini, pihak pelaksana maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab Aspal Sukopuluhan Pucakwangi Rusak. Oleh sebab itu, mereka perlu menjelaskan kualitas material atau metode pemadatan yang digunakan di lapangan.
Akhirnya, masyarakat menanti evaluasi teknis demi transparansi publik. Sebab, langkah ini sangat penting agar dana APBD memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa dan tidak terbuang sia-sia akibat pengerjaan yang kurang optimal.
